
Komisi Sekuritas dan Bursa Siprus (CySEC) telah mengeluarkan panduan kepada entitas yang diatur, termasuk perusahaan investasi dan penyedia aset kripto, yang menekankan pentingnya ketahanan operasional digital berdasarkan Undang-Undang Ketahanan Operasional Digital (DORA) Uni Eropa ( Peraturan UE 2022/2554 ). Perusahaan diingatkan untuk mengklasifikasikan dan melaporkan insiden besar terkait TIK secara akurat, memelihara kerangka kerja manajemen risiko TIK yang terdokumentasi, dan menunjuk personel yang bertanggung jawab untuk pengawasan dan audit internal.
Peristiwa industri baru-baru ini menggambarkan risiko operasional yang dipertaruhkan. Misalnya, gangguan layanan cloud besar-besaran pada Oktober lalu mengganggu platform perdagangan dan perusahaan pialang, memengaruhi mesin perdagangan, sistem pembayaran, dan alat portofolio. Insiden tersebut menyebabkan penundaan transaksi dan gangguan operasional, menyoroti perlunya redundansi yang kuat dan perencanaan kontingensi untuk melindungi klien dan pasar. Peristiwa seperti itu menunjukkan mengapa kerangka kerja DORA tentang tata kelola TIK, manajemen insiden, dan pengendalian internal sangat penting untuk stabilitas pasar.
CySEC juga mengamati kesalahan klasifikasi dan keterlambatan pelaporan insiden TIK di antara perusahaan, yang menggarisbawahi kesenjangan dalam pengawasan operasional. Entitas didesak untuk mematuhi persyaratan DORA untuk tinjauan kerangka kerja tahunan, audit internal, dan pemisahan tugas antara fungsi pengendalian, manajemen risiko TIK, dan audit internal. Dokumentasi yang tepat dan pelaporan tepat waktu memastikan bahwa potensi risiko TIK diidentifikasi sejak dini dan ditangani secara efektif, sehingga mengurangi risiko operasional dan regulasi.
BrokersView mengingatkan bahwa perusahaan investasi dan penyedia kripto perlu menunjuk auditor TIK dan petugas fungsi kontrol yang bertanggung jawab di dalam portal CySEC, mempertahankan siklus audit tahunan, dan menerapkan prosedur tindak lanjut untuk temuan kritis. Tinjauan berkala terhadap kerangka kerja manajemen risiko TIK, pelaporan insiden tepat waktu, dan kepatuhan terhadap panduan pengawasan membantu perusahaan memenuhi kewajiban CySEC dan standar DORA. Langkah-langkah ini memberikan pendekatan terstruktur untuk mengelola risiko TIK sambil mempertahankan ketahanan operasional di seluruh layanan keuangan.