FastBull BrokersView
Masuk

Polisi India Selidiki WinProFX atas Dugaan Penipuan Forex dan Crypto yang Mempengaruhi 193.000 Pengguna di Seluruh Dunia

4 jam yang lalu BrokersView

 

Pada bulan Mei, BrokersView melaporkan sebuah pengaduan yang mengkhawatirkan yang melibatkan broker forex lepas pantai WinProFX, setelah  seorang klien mengklaim platform tersebut berhenti merespons setelah permintaan penarikan, sehingga lebih dari $20.000 tidak dapat diakses .

 

Kini, kekhawatiran tersebut tampaknya telah meningkat menjadi penyelidikan kriminal.

 

Menurut The Times of India, polisi India telah meluncurkan penyelidikan besar-besaran terhadap WinProFX, dengan tuduhan bahwa platform tersebut mungkin berada di pusat penipuan investasi internasional berskala besar yang melibatkan hampir 193.000 pengguna terdaftar di lebih dari 100 negara.

 

Investigasi dimulai setelah seorang investor di Ahmedabad melaporkan kehilangan Rs 1,91 juta (sekitar US$22.000) dalam dugaan penipuan siber. Namun, para penyelidik meyakini bahwa pengaduan ini mungkin hanya mewakili sebagian kecil dari keseluruhan operasi platform tersebut, dengan potensi kerugian mencapai miliaran rupee.

 

Operator Teknis Ditangkap

 

Polisi Ahmedabad telah menangkap Kumar Mangalam, seorang lulusan ilmu komputer berusia 26 tahun dari Bihar, dengan tuduhan mengelola operasi teknis utama untuk WinProFX.

 

Menurut para penyelidik, Mangalam diduga mengelola situs web platform tersebut, membuat konten promosi, dan memperoleh komisi melalui kode referensi yang dirancang untuk menarik investor baru.

 

Pihak berwenang menyita sebuah iPhone, iPad, dan MacBook selama penangkapan dan sedang melakukan pemeriksaan forensik terhadap perangkat tersebut sebagai bagian dari penyelidikan yang sedang berlangsung.

 

Investor Diperlihatkan Keuntungan Palsu, Tetapi Tidak Dapat Menarik Dananya

 

Polisi menduga bahwa WinProFX mempromosikan dirinya sebagai platform investasi canggih yang menawarkan peluang perdagangan dalam: Forex, Mata uang kripto, Emas dan perak, Komoditas, dan Indeks saham.

 

Melalui iklan online yang agresif, kampanye media sosial, dan video promosi yang menjanjikan pengembalian yang sangat tinggi, platform ini dilaporkan menarik investor dari seluruh dunia.

 

Menurut para penyelidik, dasbor pengguna menampilkan saldo akun yang meningkat pesat dan keuntungan yang mengesankan yang dirancang untuk mendorong setoran tambahan.

 

Namun, ketika investor mencoba menarik keuntungan mereka atau bahkan modal awal mereka, penarikan tersebut dilaporkan gagal. Dalam banyak kasus, komunikasi dari platform dilaporkan terhenti setelah permintaan penarikan diajukan.

 

Pola ini sangat mirip dengan keluhan yang sebelumnya diterima oleh BrokersView, di mana seorang klien mengklaim WinProFX menjadi sama sekali tidak responsif setelah meminta penarikan dana.

 

Polisi mengatakan WinProFX telah mengumpulkan hampir 193.000 pengguna terdaftar di sekitar 100 negara, termasuk: India, Uni Emirat Arab, Pakistan, Amerika Serikat, Bangladesh, Vietnam, Afghanistan, dan Inggris Raya.

 

Mengingat jangkauan internasional platform tersebut dan volume deposit yang diyakini telah mengalir melaluinya, para penyelidik menduga jumlah total yang terlibat bisa jauh lebih besar daripada yang saat ini didokumentasikan.

 

Pihak berwenang juga meyakini bahwa dana investor diterima dalam mata uang Rupee India dan USDT (Tether).

 

Polisi kini melacak dompet mata uang kripto, menganalisis bukti digital, meninjau catatan data panggilan, dan mengikuti jejak uang yang mungkin melibatkan akun yang diduga sebagai perantara transaksi.

 

Para penyidik ​​juga sedang memeriksa peran para promotor platform tersebut dan kemungkinan keterkaitannya dengan warga negara Pakistan. Pihak berwenang memperkirakan akan ada korban tambahan yang melapor seiring berjalannya penyelidikan.

 

Terdaftar di Saint Lucia—Namun Tidak Teregulasi

 

Ulasan BrokersView sendiri menemukan bahwa WinProFX mengklaim sebagai perusahaan jasa keuangan yang terdaftar di Saint Lucia. Namun, broker tersebut tidak memiliki lisensi regulasi keuangan yang diakui, dan juga tidak mengungkapkan otorisasi regulasi yang sah di situs web resminya.

 

 

Sebaliknya, situs web tersebut hanya menyediakan alamat bisnis di Saint Lucia tanpa menawarkan bukti pengawasan oleh regulator keuangan mana pun.

 

Polisi juga mengkonfirmasi bahwa WinProFX terdaftar di Saint Lucia, namun tidak berwenang untuk menawarkan layanan investasi di India meskipun menerima deposito dari warga negara India.

 

Pengingat BrokersView

 

Sebelum menyetorkan dana ke platform forex atau cryptocurrency mana pun, investor harus selalu memverifikasi apakah broker tersebut memiliki lisensi dari regulator keuangan yang bereputasi dan tetap waspada terhadap janji-janji pengembalian yang sangat tinggi yang dikombinasikan dengan pendaftaran di luar negeri dan kurangnya pengawasan regulasi.

 

BrokersView menyarankan investor bahwa jika perselisihan tidak dapat diselesaikan, klien dapat mempertimbangkan untuk mengajukan keluhan melalui proses pengaduan resmi broker atau, jika berlaku, kepada badan pengatur keuangan terkait yang mengawasi entitas berlisensi broker tersebut.

 

Atau Anda dapat segera  mengajukan pengaduan ke BrokersView , dan kami akan membantu Anda melaporkan situasi tersebut kepada otoritas pengatur yang relevan.

Bagikan

Memuat...