
Otoritas Rusia melaporkan lonjakan skema piramida skala besar yang menyamar sebagai broker kripto dan sekuritas. Investor yang tidak curiga dipancing dengan janji keuntungan tinggi dan "terjamin", dengan setiap skema yang dilaporkan menipu korban hingga rata-rata 1 miliar rubel.
Sberbank, lembaga keuangan terbesar di negara itu, telah menyoroti tren ini, mencatat bahwa para pelaku semakin sering menyamar sebagai broker sah yang menawarkan peluang investasi kripto atau tradisional. Para korban sering dibujuk untuk menginvestasikan tabungan mereka sendiri, terkadang dengan memanfaatkan pinjaman, sebelum menyadari bahwa mereka adalah bagian dari skema penipuan. Para pejabat mengatakan pergeseran ini menandai evolusi yang lebih canggih dari model piramida keuangan klasik, yang sebelumnya bergantung pada iming-iming pinjaman langsung dan perekrutan offline.
Taktik Canggih dan Pengawasan Berbantuan AI
Lembaga penegak hukum dan layanan keamanan perbankan telah mendeteksi setidaknya 38 struktur piramida aktif dalam setahun terakhir, dan berkoordinasi erat untuk menutupnya. Para penipu memanfaatkan meningkatnya minat pada kripto, aset digital, dan bahkan rubel digital untuk menyamarkan operasi ilegal. Banyak dari skema ini sekarang bergantung pada platform daring, jangkauan media sosial, dan aplikasi perdagangan semu untuk menargetkan banyak korban.
Para eksekutif Sberbank melaporkan bahwa teknologi canggih, termasuk algoritma berbasis AI, digunakan untuk memetakan jaringan yang mencurigakan, melacak dana, dan mengantisipasi aktivitas penipuan. Alat-alat ini menganalisis sejumlah besar data keuangan dan transaksional, mengidentifikasi pola penipuan dan hubungan antar pelaku dalam penipuan investasi online yang kompleks.
Mata uang kripto dan rubel digital sebagai umpan.
Mata uang kripto tetap menjadi umpan paling umum bagi para broker palsu ini. Pada tahun 2025 saja, Bank Sentral Rusia menandai lebih dari 1.000 entitas yang mempromosikan keuntungan kripto "cepat dan terjamin". Selain itu, rubel digital, yang akan diluncurkan secara penuh akhir tahun ini, sudah disebut-sebut dalam skema penipuan. Para ahli mengatakan bahwa adopsi kripto dan mata uang digital yang didukung bank sentral memberi para penipu jalan berteknologi tinggi untuk menyesatkan investor sekaligus mempersulit pelacakan.
BrokersView mengingatkan para investor untuk tetap waspada ketika didekati dengan tawaran investasi kripto atau sekuritas yang tidak diminta secara online. Verifikasi pendaftaran platform, teliti imbal hasil yang dijanjikan, dan hindari pengiriman dana hanya berdasarkan promosi media sosial atau pesan yang tidak diminta.