
Spread yang transparan dan kompetitif adalah kunci keberhasilan strategi trader serius. Pada April 2026, Brokersview Singapura melakukan analisis spread komprehensif pada tiga instrumen utama – EURUSD, GBPUSD, dan XAUUSD – untuk membantu trader mengidentifikasi broker yang paling hemat biaya di wilayah tersebut.

Juara 1: Decode Global
EURUSD: 10,9 poin
GBPUSD: 12,3 poin
XAUUSD: 15,7 poin
Para trader yang fokus pada EURUSD dan GBPUSD akan menemukan harga Decode jauh lebih baik daripada pesaing terdekatnya. Cocok untuk swing trader dan position trader jangka menengah yang kurang sensitif terhadap beberapa poin tambahan tetapi tetap menginginkan biaya eksekusi yang wajar.
Juara 2: AUS Global
EURUSD: 2,4 poin
GBPUSD: 8,4 poin
XAUUSD: 8,7 poin
Spread rata-rata EUR/USD-nya yang hanya 2,4 poin jauh lebih unggul dibandingkan para pesaing, sementara harga GBP/USD dan XAU/USD juga tetap sangat kompetitif. Bagi para trader jangka pendek, scalper, dan trader yang berfokus pada emas, AUS Global menunjukkan keunggulan biaya yang jelas selama periode pengujian.
Juara ke-3: Doo Prime
EURUSD: 11,4 poin
GBPUSD: 15,7 poin
XAUUSD: 15,8 poin
Doo Prime menempati posisi ketiga dalam perbandingan bulan ini. Meskipun Doo Prime tidak menawarkan angka yang paling ketat, spread-nya tetap konsisten dan dapat diprediksi. Perbedaan paling terlihat pada GBPUSD (3,4 poin lebih tinggi daripada Decode), yang dapat menjadi faktor penting bagi para trader yang banyak menggunakan pasangan mata uang tersebut.
Para trader kasual atau mereka yang memprioritaskan fitur platform, variasi aset, atau dukungan pelanggan daripada spread yang sangat rendah.

1. IC Markets
IC Markets menempati peringkat pertama dengan spread EURUSD rata-rata yang sangat rendah, hanya 1,2 poin, mempertahankan keunggulan yang jelas atas para pesaingnya. Broker ini terus menarik para trader frekuensi tinggi, scalper, dan pengguna trading algoritmik karena lingkungan penetapan harganya yang konsisten ketat.
Namun, data tersebut juga menunjukkan spread terburuk sebesar 246 poin, yang menyoroti bahwa bahkan broker dengan rata-rata ultra-ketat pun dapat mengalami perluasan spread yang substansial selama kondisi pasar yang bergejolak atau peristiwa berita besar.
2. AUS Global
AUS Global meraih posisi kedua dengan spread rata-rata 2,4 poin dan spread terburuk yang relatif lebih rendah yaitu 150 poin. Broker ini menunjukkan kinerja yang lebih seimbang antara biaya perdagangan yang rendah dan stabilitas spread.
Dibandingkan dengan beberapa pesaing yang mengalami lonjakan spread ekstrem, data AUS Global menunjukkan fluktuasi likuiditas yang relatif terkendali selama periode pasar yang penuh tekanan.
3. ACY Securities
ACY Securities menempati posisi ketiga dengan spread rata-rata 8,2 poin. Meskipun masih kompetitif di dalam industri, kesenjangan antara ACY Securities dan dua broker teratas cukup besar.
Spread terburuknya mencapai 203 poin, menunjukkan volatilitas yang cukup signifikan selama sesi pasar yang bergerak cepat. Para trader yang mengandalkan strategi jangka pendek mungkin perlu lebih memperhatikan kualitas eksekusi dan kondisi likuiditas selama rilis data ekonomi utama.

1. IC Markets
Infrastruktur likuiditasnya yang kuat dan spread yang konsisten ketat terus menjadikan IC Markets pilihan utama di antara para trader forex aktif, terutama scalper dan strategi frekuensi tinggi yang sangat bergantung pada biaya transaksi yang rendah.
2. AUS Global
Dibandingkan dengan beberapa pesaing yang spread rata-ratanya melebihi 15–20 poin, AUS Global menunjukkan kualitas eksekusi dan efisiensi biaya yang relatif seimbang selama siklus pengujian April.
3.ACY Securities
Meskipun broker tersebut tetap termasuk di antara penyedia dengan biaya terendah secara keseluruhan, para trader yang berfokus pada stabilitas spread mungkin perlu memperhatikan kinerja eksekusi selama rilis berita besar atau peristiwa tekanan pasar.

1. AUS Global
AUS Global mencatatkan spread emas rata-rata terketat di antara semua broker yang diuji pada bulan April. Broker ini mempertahankan harga yang relatif stabil selama sesi yang bergejolak, sehingga menarik bagi scalper dan trader emas jangka pendek. Meskipun spread terburuknya sempat melebar, konsistensi secara keseluruhan tetap kuat dibandingkan dengan banyak pesaing.
2. IC Markets
IC Markets terus menunjukkan penetapan harga yang sangat kompetitif, didukung oleh infrastruktur likuiditasnya yang kuat. Meskipun spread rata-ratanya tetap mendekati level standar institusional, broker ini mengalami lonjakan spread sementara yang lebih besar selama periode volatilitas. Meskipun demikian, IC Markets tetap menjadi salah satu pilihan yang paling hemat biaya bagi para trader emas aktif.
3.Decode Global
Decode Global menempati peringkat ketiga dalam kinerja spread rata-rata. Namun, platform ini menunjukkan ekspansi spread yang jauh lebih besar selama kondisi pasar yang bergerak cepat. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun biaya perdagangan harian tetap kompetitif, para trader harus tetap berhati-hati selama rilis data ekonomi penting atau kesenjangan likuiditas.
Bagi para trader, terutama scalper dan peserta frekuensi tinggi, bahkan perbedaan kecil dalam spread dapat berdampak pada biaya yang substansial dari waktu ke waktu. Seperti biasa, memilih broker tidak hanya melibatkan perbandingan spread tetapi juga pertimbangan seperti regulasi, kualitas eksekusi, dan keamanan dana.
Sumber: Tinjauan Spread BrokersView (Pasar Singapura).