
Baru-baru ini, beberapa trader melaporkan bahwa sejak paruh kedua tahun 2025, broker TeleTrade tampaknya telah menekan "tombol jeda" pada saluran penarikan untuk akun-akun tertentu. Mulai dari ribuan Euro hingga puluhan ribu Dolar—yang mencakup deposit awal dan keuntungan trading—dana tampaknya lenyap begitu saja setelah memasuki proses "peninjauan internal".
Lima Bulan Menunggu: Dari "Gangguan Teknis" hingga Keheningan
Keluhan terbaru datang dari seorang trader yang memposting pada tanggal 18 Desember, menyatakan bahwa ia telah menunggu berbulan-bulan untuk satu kali penarikan dana, dengan berbagai upaya tindak lanjut yang tidak membuahkan hasil. Untuk mendukung klaimnya, ia membagikan email dari tim dukungan teknis TeleTrade tertanggal 11 Desember 2025.

Dalam email ini, broker mengakui penerimaan permintaan penarikan tetapi memberikan penjelasan yang aneh: "Penilaian internal belum selesai, dan karena alasan ini kami masih belum dapat memberikan jangka waktu eksekusi yang tepat." Broker mengklaim permintaan tersebut termasuk dalam "siklus pemrosesan mendatang" dan meyakinkan pengguna bahwa "tidak diperlukan tindakan tambahan." Namun, hingga 19 Desember, pengadu masih belum menerima kemajuan substantif atau pemberitahuan dana. Tanggapan "dalam proses" ini, yang gagal memberikan jangka waktu yang konkret, telah menjadi pedang Damocles yang menggantung di atas kepala para pengguna.
Pemblokiran Sistemik terhadap "Keuntungan"?
Meskipun satu kasus mungkin disebabkan oleh gangguan teknis sesekali, serangkaian keluhan serupa menunjukkan masalah yang jauh lebih dalam. Pada awal Oktober 2025, seorang trader lain mengungkapkan pengalaman serupa. Trader ini melaporkan telah menyetor sekitar 10.000 USDT ke TeleTrade melalui akun Bybit terverifikasi antara Mei 2024 dan Juli 2025. Setelah saldo totalnya (termasuk keuntungan copy-trading) mencapai sekitar €16.000, ia mengajukan beberapa permintaan penarikan pada bulan September (termasuk #21107967). Namun, semua aplikasi diblokir. Platform hanya merespons dengan pesan "sedang diproses" yang umum dan secara konsisten gagal memberikan Hash Transaksi blockchain (TxHash) untuk membuktikan bahwa dana tersebut benar-benar telah dikirim.
Tuduhan yang lebih serius muncul pada Juli 2025. Seorang trader mengungkapkan bahwa sekitar $60.000 dananya telah ditahan selama lebih dari tiga bulan. Yang perlu diperhatikan, trader tersebut menekankan bahwa jumlah ini "seluruhnya terdiri dari keuntungan trading," karena ia telah berhasil menarik deposit awalnya beberapa bulan sebelumnya. Hal ini memicu kekhawatiran di kalangan komunitas mengenai apakah TeleTrade secara khusus membatasi penarikan untuk akun yang menguntungkan. Trader tersebut menyatakan bahwa terlepas dari upayanya untuk berkomunikasi melalui dukungan pelanggan, kepatuhan, atau saluran publik, tanggapannya selalu berupa salinan tempel "sedang dalam verifikasi internal."
Titik Buta Regulasi dan Peringatan Risiko
Menurut investigasi mendalam lebih lanjut oleh BrokersView, entitas operasional TeleTrade.org, TeleTrade DJ LLC, terdaftar di Saint Vincent dan Grenadines (SVG). Perlu dicatat bahwa Otoritas Jasa Keuangan (FSA) SVG telah berulang kali menyatakan bahwa mereka tidak mengatur, memberikan lisensi, atau mengawasi perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan Forex atau jasa pialang. Akibatnya, klien TeleTrade secara efektif berada dalam "kekosongan regulasi" tanpa perlindungan. Jika terjadi sengketa dana, investor tidak akan memiliki akses ke intervensi Ombudsman Keuangan atau dana kompensasi, seperti yang akan mereka dapatkan di bawah regulasi FCA atau ASIC.
Selain itu, perlu dicatat bahwa broker terkenal yang sebelumnya bernama sama, TeleTrade EU, berganti nama menjadi Earn EU pada tahun 2024. Oleh karena itu, ada kemungkinan TeleTrade.org menyalahgunakan merek dagang lama dari broker Earn EU.