
Otoritas Singapura memperketat langkah-langkah untuk mengekang penipuan investasi dan perdagangan daring , dengan mengeluarkan arahan baru berdasarkan Undang-Undang Kerugian Kriminal Daring (Online Criminal Harms Act/OCHA) untuk mencegah peniruan identitas dan promosi palsu di media sosial. Kementerian Dalam Negeri (Ministry of Home Affairs/MHA) mengatakan para penipu semakin sering menggunakan deepfake dan profil palsu untuk memikat pengguna agar mentransfer dana ke skema investasi palsu.
Arahan terbaru mengharuskan Meta untuk meningkatkan pengenalan wajah di Facebook, pertama-tama menargetkan peniruan identitas pejabat pemerintah pada 31 Januari, kemudian memperluas perlindungan kepada individu berisiko tinggi dan tokoh publik terkemuka pada 30 Juni. Ketidakpatuhan dapat dikenakan denda hingga S$1 juta, dengan tambahan hukuman harian untuk pelanggaran yang berkelanjutan. Pihak berwenang mengatakan langkah-langkah ini bertujuan untuk mengurangi iklan, akun, dan halaman penipuan yang meniru pejabat atau pengguna rentan lainnya.
Langkah ini diambil di tengah meningkatnya pengawasan terhadap platform media sosial secara global. Di India, Meta menghadapi kritik setelah menolak untuk menghapus iklan deepfake yang menampilkan Presiden Droupadi Murmu yang mempromosikan skema investasi . Thailand dan Vietnam telah mendesak platform untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar dalam mencegah penipuan, sementara Korea Selatan dan Jepang memberlakukan persyaratan verifikasi dan pelabelan yang lebih ketat untuk konten yang dihasilkan AI.
Para pejabat menekankan bahwa penipuan investasi online sering menargetkan kepercayaan emosional dan mengeksploitasi janji keuntungan yang tinggi. Lembaga penegak hukum menyerukan kerja sama yang lebih erat dengan platform, pemantauan proaktif, dan penegakan peraturan yang lebih ketat untuk melindungi konsumen. Meskipun platform seperti Meta bukanlah sumber penipuan, pihak berwenang menekankan bahwa kerja sama mereka sangat penting untuk mencegah iklan perdagangan palsu menjangkau pengguna yang rentan.
Pendekatan Singapura menunjukkan bagaimana tindakan regulasi yang terfokus, dikombinasikan dengan pengamanan berbasis teknologi, dapat mengurangi penipuan investasi daring sekaligus menetapkan kerangka kerja akuntabilitas di seluruh saluran media sosial.