FastBull BrokersView
Masuk

Seorang Dokter Kehilangan $25.000 dalam Penipuan Perdagangan AI yang Terkait dengan “Naka Solutions”

Mar 11, 2026 BrokersView

Seorang dokter kehilangan sekitar $25.000 setelah terjebak dalam penipuan investasi berbasis AI yang dipromosikan melalui iklan media sosial dan dioperasikan dengan nama Naka Solutions.

 

Korban menemukan iklan bersponsor di Facebook yang mempromosikan sistem perdagangan otomatis yang mengklaim menggunakan kecerdasan buatan untuk memberikan pengembalian investasi yang tinggi. Iklan tersebut menyertakan video deepfake yang tampaknya menunjukkan Menteri Keuangan India, Nirmala Sitharaman,  mendukung peluang investasi tersebut.

 

Setelah mengklik iklan tersebut, korban dihubungi melalui WhatsApp oleh individu yang mengaku mewakili Naka Solutions, yang memperkenalkan perusahaan tersebut sebagai layanan perdagangan berbasis AI. Para operator membantu pengaturan akun dan meminta detail identitas pribadi serta informasi perbankan dengan dalih mengaktifkan akun perdagangan.

 

Korban awalnya mentransfer sekitar $240 sebagai investasi percobaan. Tak lama kemudian, dasbor daring tersebut dilaporkan menampilkan keuntungan dalam dolar AS, menciptakan kesan bahwa aktivitas perdagangan menghasilkan keuntungan. Terdorong oleh keuntungan yang tampak di platform tersebut, korban terus mentransfer dana melalui serangkaian transaksi.

 

Secara total, sekitar $25.000 dikirim ke rekening yang terkait dengan operasi tersebut.

 

Platform tersebut kemudian mengklaim bahwa investasi tersebut telah tumbuh secara signifikan dan menampilkan keuntungan yang konon bernilai hampir $80.000 dalam Bitcoin. Namun, ketika korban mencoba menarik dana tersebut, operator meminta pembayaran tambahan yang digambarkan sebagai pajak dan biaya pemrosesan penarikan.

 

Meskipun pembayaran telah dilakukan, penarikan dana tidak pernah terealisasi. Permintaan berulang untuk biaya tambahan akhirnya menimbulkan kecurigaan, yang mendorong korban untuk mengajukan pengaduan kepada pihak berwenang yang menangani kejahatan siber.

 

Kasus ini menyoroti meningkatnya penggunaan alat kecerdasan buatan oleh jaringan penipuan untuk menciptakan materi promosi yang meyakinkan, termasuk video deepfake pejabat publik yang digunakan untuk mempromosikan skema investasi palsu. Iklan media sosial dan platform perpesanan sering digunakan untuk menghubungkan korban dengan operator yang memperkenalkan diri sebagai penasihat keuangan atau perwakilan perusahaan perdagangan.

 

BrokersView memperingatkan investor untuk memverifikasi keabsahan perusahaan mana pun yang menawarkan layanan perdagangan otomatis dan tetap waspada terhadap peluang investasi yang dipromosikan melalui iklan online atau kontak pesan yang tidak diminta.

Bagikan

Memuat...