
Biro Investigasi Pusat India (CBI) telah menahan Ayush Varshney, salah satu pendiri dan Kepala Teknologi Darwin Labs Private Limited, sehubungan dengan penipuan mata uang kripto GainBitcoin, salah satu skema Ponzi terbesar di negara itu. Penangkapan ini menyusul penggabungan beberapa laporan polisi (FIR) oleh Mahkamah Agung menjadi satu penyelidikan yang menargetkan penipuan berlapis-lapis yang telah menipu ribuan investor.
Varshney dicegat oleh otoritas imigrasi di Bandara Internasional Chhatrapati Shivaji Maharaj Mumbai pada 9 Maret saat mencoba meninggalkan India dan secara resmi ditangkap keesokan harinya. Surat Edaran Pencarian telah dikeluarkan untuk mencegah keberangkatannya. Pejabat CBI mengatakan Varshney merancang infrastruktur teknis skema tersebut, termasuk token MCAP, kontrak pintar ERC-20, dompet investor, gerbang pembayaran, situs web GainBitcoin, dan platform penambangan Bitcoin GBMiners.com.
Diluncurkan pada tahun 2015 oleh Amit Bhardwaj dan Ajay Bhardwaj melalui Variabletech Pte. Ltd., sebuah entitas yang terdaftar di Singapura, GainBitcoin menjanjikan pengembalian bulanan tetap sekitar 10% melalui kontrak "penambangan awan" (cloud mining). Mekanisme pemasaran berjenjang (multi-level marketing) mendorong para peserta untuk merekrut investor baru, menciptakan struktur piramida di mana deposit dari investor selanjutnya mendanai pembayaran sebelumnya. Pihak berwenang memperkirakan kerugian mencapai $790 juta, yang berdampak pada lebih dari 100.000 investor di berbagai negara bagian utama di India.
Infrastruktur Darwin Labs memalsukan aktivitas penambangan, tanpa alokasi daya penambangan yang sebenarnya ke akun investor. Penggerebekan terkoordinasi di lebih dari 60 lokasi pada Februari 2025 menyebabkan penyitaan mata uang kripto senilai sekitar ₹23,94 crore ($2,6 juta). Direktorat Penegakan Hukum sedang menyelidiki pencucian uang dan melacak aliran dana, sementara CBI fokus pada penipuan inti dan pemulihan aset.
Kasus ini menyoroti risiko berkelanjutan dari skema Ponzi mata uang kripto di tengah pengawasan regulasi yang terbatas. Pihak berwenang telah berulang kali memperingatkan bahwa beberapa produk investasi kripto menyerupai struktur Ponzi. Regulator keuangan India terus memperketat pengawasan, mewajibkan bank untuk sepenuhnya menjaminkan kredit kepada pialang dan pedagang perorangan, dengan tujuan mengurangi kerentanan sistemik dan melindungi investor.