
BrokersView telah merilis penilaian spread Februari 2026 di Singapura, yang mengevaluasi biaya perdagangan rata-rata dari broker CFD utama di tiga instrumen yang banyak diperdagangkan: EUR/USD, GBP/USD, dan XAU/USD.
Ulasan ini menyoroti perbedaan mencolok dalam daya saing harga di antara para broker, dengan beberapa perusahaan menawarkan spread yang jauh lebih ketat daripada yang lain. Di antara para broker yang diuji, Decode Global, AUS Global, dan Doo Prime menarik perhatian khusus karena kinerja keseluruhan dan posisi mereka dalam peringkat yang lebih luas.

EURUSD: 11 poin
GBPUSD: 12,6 poin
XAUUSD: 16,7 poin
Struktur harganya tampak relatif seimbang di ketiga instrumen tersebut, tanpa adanya penyimpangan ekstrem.
Di antara para broker yang dianalisis, AUS Global memberikan spread yang paling kompetitif secara keseluruhan.
EURUSD: 1,7 poin
GBPUSD: 8,4 poin
XAUUSD: 10,1 poin
Hasil ini menempatkan AUS Global di dekat puncak peringkat Februari. Spread EURUSD yang ketat dari broker ini sangat menonjol, menunjukkan sumber likuiditas yang kuat dan penetapan harga yang efisien untuk para trader forex. Sementara itu, spread emasnya juga tetap menjadi salah satu yang terendah dalam kelompok pembanding.
Secara keseluruhan, AUS Global menonjol sebagai pilihan yang kompetitif dari segi biaya bagi para trader yang fokus pada pasangan mata uang utama forex dan emas.
EURUSD: 11,5 poin
GBPUSD: 17 poin
XAUUSD: 16 poin
Spread emas broker ini sedikit lebih baik daripada Decode Global, tetapi spread GBPUSD-nya jauh lebih lebar.
Secara keseluruhan, Doo Prime tetap kompetitif dalam perdagangan emas, tetapi spread FX-nya mungkin kurang menarik dibandingkan dengan broker spread rendah terkemuka.

Dalam perbandingan spread EUR/USD, IC Markets mencatatkan harga yang paling kompetitif.
Selisih rata-rata: 1,1 poin
Selisih poin terburuk: 250 poin
IC Markets menawarkan spread rata-rata terendah di antara broker yang dipantau, sehingga sangat menarik bagi scalper dan trader algoritmik yang mengandalkan biaya trading minimal. Namun, spread terkadang melebar selama periode volatilitas pasar yang tinggi.
Selisih rata-rata: 1,7 poin
Selisih poin terburuk: 137 poin
AUS Global menempati peringkat kedua dengan spread rata-rata yang ketat sekaligus mempertahankan lonjakan spread terburuk terendah di antara broker-broker teratas, yang menunjukkan penetapan harga yang relatif stabil selama kondisi yang bergejolak.
Selisih poin rata-rata: 8,2 poin
Selisih poin terburuk: 221 poin
ACY Securities menempati posisi ketiga. Meskipun spread rata-ratanya lebih lebar daripada dua broker teratas, perusahaan ini tetap kompetitif di antara broker multi-aset yang melayani para trader global.

Hasil GBP/USD juga menunjukkan kinerja yang kuat dari IC Markets.
Selisih rata-rata: 2,9 poin
Selisih poin terburuk: 171 poin
IC Markets kembali memimpin peringkat dengan spread terketat, yang mencerminkan sumber likuiditas yang kuat dan penetapan harga yang kompetitif.
Selisih poin rata-rata: 8,4 poin
Selisih poin terburuk: 202 poin
AUS Global berada di peringkat kedua, menawarkan spread yang relatif konsisten di sebagian besar sesi perdagangan.
Selisih rata-rata: 10,9 poin
Selisih poin terburuk: 327 poin
ACY Securities mempertahankan harga yang kompetitif tetapi mengalami ekspansi spread yang lebih besar selama periode pasar yang bergejolak.

Selisih rata-rata: 10,1 poin
Selisih poin terburuk: 190 poin
AUS Global mengamankan posisi teratas dengan spread emas rata-rata terendah dan kinerja yang seimbang antara biaya dan stabilitas.
Selisih rata-rata: 10,4 poin
Selisih poin terburuk: 746 poin
IC Markets mengikuti dengan ketat dalam hal spread rata-rata tetapi mencatat lonjakan spread terbesar, menunjukkan bahwa spread emas dapat melebar secara signifikan selama volatilitas ekstrem.
Selisih rata-rata: 16 poin
Selisih poin terburuk: 20 poin
Meskipun spread rata-rata Doo Prime lebih lebar, spread terburuknya tetap sangat rendah, yang menunjukkan kondisi harga yang relatif stabil.
Bagi para trader di Singapura dan seluruh Asia, daya saing spread tetap menjadi faktor penting dalam memilih broker—terutama untuk scalping, day trading, dan strategi frekuensi tinggi, di mana perbedaan kecil sekalipun dalam biaya trading dapat berdampak signifikan terhadap profitabilitas.
Sumber: Tinjauan Spread BrokersView – Februari 2026 (Pasar Singapura).