
Komisi Sekuritas dan Bursa Siprus (CySEC) telah mencapai penyelesaian sebesar €225.000 dengan FXNET Limited, firma investasi Siprus di balik EMS Brokers dan NessFX, atas beberapa kekurangan kepatuhan yang ditemukan selama tinjauan pengawasan antara tahun 2021 dan 2022.
Dewan CySEC menyetujui penyelesaian tersebut pada Maret 2025 dan mempublikasikannya pada 11 November. Regulator mengklarifikasi bahwa seluruh hasil penyelesaian dibayarkan ke Kas Negara Republik, bukan ditahan oleh CySEC.
Investigasi tersebut menemukan bahwa FXNET memiliki kelemahan di beberapa area utama kepatuhan terhadap Undang-Undang Layanan Investasi dan Peraturan Uni Eropa 600/2014. Kelemahan ini mencakup kekurangan dalam struktur organisasi, tata kelola produk, pencatatan, perlindungan dana klien, dan penilaian kesesuaian. CySEC juga mencatat pelanggaran terkait Direktif DI87-09, yang menerapkan pembatasan Pasal 42 MiFIR pada kontrak untuk perbedaan (CFD) di Siprus.
Pembatasan ini, yang awalnya diperkenalkan oleh ESMA pada tahun 2018 dan dipermanenkan oleh CySEC pada tahun 2019, memberlakukan batas leverage, aturan penutupan margin wajib, perlindungan saldo negatif, dan larangan bonus atau insentif perdagangan lainnya. Arahan ini diperbarui kembali pada tahun 2025, yang memperketat leverage pada CFD komoditas.
FXNET, yang telah berlisensi sejak 2012 dengan nomor CIF 182/12, sebelumnya telah menghadapi pengawasan regulasi. Pada 2019, perusahaan tersebut membayar €60.000 dalam penyelesaian sebelumnya untuk masalah kepatuhan serupa. Kasus terbaru ini menandai kelanjutan dari sikap CySEC yang lebih ketat terhadap broker CFD ritel yang tidak memenuhi standar perlindungan konsumen.
Sejak 2023, CySEC telah meningkatkan aktivitas penegakan hukum terhadap perusahaan-perusahaan yang tidak patuh di sektor perdagangan ritel. Penyelesaian terbaru, termasuk perjanjian senilai €200.000 dengan Colmex Pro, menyoroti upaya regulator untuk memastikan penerapan perlindungan investor yang konsisten di seluruh Uni Eropa.
Bagi FXNET, penyelesaian ini menggarisbawahi pentingnya kontrol internal yang kuat, komunikasi klien yang transparan, dan pengawasan berkelanjutan terhadap kerangka kerja tata kelola produk. Hal ini juga menjadi pengingat bagi broker lain bahwa CySEC mengharapkan kepatuhan penuh terhadap aturan perlindungan ritel dan akan terus menegakkannya dengan tegas.
Untuk panduan tentang verifikasi status lisensi broker, kunjungi BrokersView.