
Pihak berwenang Inggris telah menangkap mantan juara dunia lari cepat Chijindu Ujah sebagai bagian dari penyelidikan terhadap dugaan jaringan penipuan mata uang kripto yang dituduh menargetkan investor melalui peringatan keamanan palsu dan taktik peniruan identitas.
Polisi mengatakan kelompok tersebut diduga menyamar sebagai petugas penegak hukum dan perwakilan perusahaan kripto untuk meyakinkan para korban agar menyerahkan kredensial keamanan dompet, termasuk frasa sandi yang digunakan untuk mengakses aset digital. Setelah para korban membagikan informasi tersebut, dana dilaporkan dikuras dari dompet mereka. Salah satu korban diyakini telah kehilangan lebih dari £300.000.
Ujah, yang memenangkan medali emas di nomor estafet 4x100m pada Kejuaraan Dunia 2017 dan kemudian kehilangan medali perak Olimpiade Tokyo setelah pelanggaran anti-doping, dibebaskan dengan jaminan bersama beberapa tersangka lainnya. Pelari cepat Inggris lainnya, Brandon Mingeli, tetap ditahan menunggu proses lebih lanjut.
Kasus ini menambah kekhawatiran yang semakin meningkat terkait penipuan rekayasa sosial yang menargetkan investor kripto di seluruh Eropa dan Asia. Tidak seperti peretasan bursa, banyak kasus penipuan baru-baru ini bergantung pada manipulasi langsung terhadap korban melalui panggilan dukungan pelanggan palsu, pesan peniruan identitas, situs web phishing, atau prosedur pemulihan dompet palsu.
Para penyelidik keamanan siber mengatakan pencurian frasa kunci (seed phrase) tetap menjadi salah satu bentuk penipuan kripto yang paling merusak karena transaksi di jaringan blockchain tidak dapat dibatalkan setelah aset ditransfer. Kelompok penipu sering menyamar sebagai bursa yang teregulasi, penyedia dompet, atau bahkan lembaga kepolisian untuk menciptakan urgensi dan mendapatkan kepercayaan korban.
Investigasi ini juga menyoroti bagaimana jaringan penipuan daring semakin tumpang tindih dengan budaya selebriti, pengaruh media sosial, dan tokoh publik. Lembaga pengawas keuangan di berbagai yurisdiksi baru-baru ini memperingatkan bahwa para penipu menggunakan nama-nama yang dikenal, akun terverifikasi, dan komunitas investasi untuk membuat skema penipuan tampak sah.
Kasus di Inggris ini menyusul peningkatan yang lebih luas dalam investigasi penipuan terkait kripto yang dikaitkan dengan platform investasi palsu, penipuan asmara, dan operasi peniruan identitas. Regulator di seluruh dunia terus memperingatkan investor untuk tidak pernah membagikan frasa kunci atau kredensial dompet pribadi, terlepas dari siapa pun yang mengaku memintanya.