
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Australia (AUSTRAC) telah merilis penilaian terbaru yang memperingatkan bahwa risiko pencucian uang, pendanaan terorisme, dan pendanaan proliferasi di Australia semakin kompleks karena meningkatnya penggunaan teknologi, kecerdasan buatan, dan jaringan keuangan global.
Menurut Kepala Eksekutif AUSTRAC, Brendan Thomas, pembaruan nasional terbaru ini memberikan gambaran terkini tentang bagaimana ancaman kejahatan keuangan berkembang di seluruh negeri dan bagaimana para penjahat semakin memadukan aktivitas ilegal dengan sistem keuangan yang sah.
Regulator tersebut mengatakan bahwa saluran pencucian uang tradisional tetap aktif, tetapi jaringan kriminal semakin memanfaatkan layanan keuangan yang sah, arus perdagangan, struktur perusahaan, dan fasilitator profesional untuk menyembunyikan dana ilegal melalui transaksi yang tampaknya rutin.
AUSTRAC menyoroti peran kecerdasan buatan dan aset virtual yang semakin meningkat dalam memungkinkan kejahatan keuangan yang canggih. Lembaga tersebut memperingatkan bahwa para penjahat kini menggunakan alat AI untuk memalsukan identitas, memalsukan dokumen, mengotomatiskan teknik pencucian uang, dan menyamarkan hasil penipuan dengan lebih efisien dan dalam skala yang lebih besar.
Lembaga pengawas tersebut menambahkan bahwa ekonomi Australia yang terbuka dan koneksi keuangan lintas batas yang kuat meningkatkan paparan terhadap risiko kejahatan keuangan internasional. Lembaga tersebut mengatakan bahwa laporan yang diperbarui ini dimaksudkan untuk mendukung reformasi anti pencucian uang dan pendanaan kontra terorisme yang sedang berlangsung dengan membantu bisnis dan lembaga pemerintah untuk lebih baik mengidentifikasi kerentanan yang muncul dan metode kriminal yang berkembang.
AUSTRAC mencatat bahwa pembaruan ini didasarkan pada penilaian risiko pencucian uang, pendanaan terorisme, dan pendanaan proliferasi nasional yang dirilis pada tahun 2024 dan dirancang untuk memberikan pandangan tahunan yang lebih dinamis tentang lingkungan kejahatan keuangan di negara tersebut.