
Amit Lakhanpal, yang dituduh sebagai dalang kasus penipuan mata uang kripto Money Trade Coin (MTC) senilai 1,13 miliar rupee India, telah ditangkap di Uni Emirat Arab (UAE), delapan tahun setelah investigasi penyamaran India Today mengungkap dugaan skema tersebut.
Lakhanpal meninggalkan India pada 2018 dan ditangkap pada 1 September setelah Red Notice diterbitkan atas permintaan Kepolisian Thane. Enforcement Directorate (ED) sebelumnya juga telah membagikan informasi mengenai keberadaannya kepada otoritas terkait.
Otoritas India kemudian memulai proses untuk meminta ekstradisinya dari UAE ke India.
Pada Februari 2018, India Today melakukan investigasi penyamaran bertajuk “Operation Bitcoin”. Para reporter menyamar sebagai investor kaya dan mendatangi kantor Flintstone Group di Thane, perusahaan yang berada di balik Money Trade Coin.
Dalam investigasi tersebut, pejabat senior MTC Digamber Jangle menjanjikan imbal hasil sebesar 10 hingga 20 kali nilai investasi dalam waktu empat hingga enam bulan. Investor dengan nilai investasi besar juga ditawari rekening escrow dan kewarganegaraan di sebuah negara Karibia.
Jangle mengklaim MTC sedang melakukan pembicaraan dengan pemerintah Antigua dan Barbuda serta menyatakan bahwa mata uang kripto tersebut dapat segera diakui sebagai alat pembayaran yang sah di sejumlah wilayah.
Kepolisian Thane mendaftarkan FIR terhadap Lakhanpal dan sejumlah pihak lainnya pada Juni 2018, tetapi saat itu ia telah meninggalkan India.
Param Bir Singh, yang saat itu menjabat sebagai Komisaris Polisi Thane, secara terbuka mengakui peran investigasi India Today dalam membantu mengungkap kasus tersebut.
Menurut pernyataan ED tertanggal 20 Agustus 2026, para investor diduga dibujuk untuk menanamkan dana pada mata uang kripto yang tidak teregulasi tersebut antara Agustus 2017 dan April 2018, dengan kerugian sekitar 1,131 miliar rupee India.
ED juga menuduh Lakhanpal menyamar sebagai pejabat Kementerian Keuangan dalam seminar di Delhi, Pune, dan Nashik.
Menurut ED, harga koin MTC diduga dimanipulasi sebelum fasilitas perdagangan dan penarikan dana dihentikan, sehingga investor tidak dapat mengakses dana mereka.
Penyelidikan juga mengidentifikasi sejumlah platform terkait, termasuk Coin Deposit Ratio, MTC Banque, MTCX India, dan Cryptozaniya.
Lakhanpal dan rekan-rekannya diduga memperoleh paspor Antigua dan Barbuda sebelum meninggalkan India. Mereka kemudian dilaporkan tinggal di Dubai dengan menggunakan identitas palsu.
Penggeledahan yang dilakukan ED bulan lalu menghasilkan penyitaan uang tunai hampir 10 juta rupee, serta perangkat digital dan dokumen.
Penangkapan Lakhanpal di UAE terjadi delapan tahun setelah kasus Money Trade Coin terungkap di India.
Otoritas India kini telah memulai proses untuk meminta ekstradisinya, kembali menarik perhatian terhadap kasus kripto senilai sekitar 1,13 miliar rupee tersebut.
Kasus ini juga menyoroti risiko skema investasi yang menggunakan klaim hubungan dengan pemerintah serta imbal hasil yang sangat tinggi untuk menarik investor.
Penangkapan Lakhanpal di UEA terjadi delapan tahun setelah kasus Money Trade Coin muncul di India.
Pihak berwenang India kini telah memulai proses untuk meminta ekstradisinya, sehingga kembali menarik perhatian pada kasus mata uang kripto senilai 113 crore rupee tersebut.
Kasus ini juga menyoroti risiko yang terkait dengan skema investasi yang menggunakan klaim koneksi pemerintah dan imbal hasil yang luar biasa tinggi untuk menarik investor.
Bagi investor forex, CFD, dan cryptocurrency, kasus ini menjadi pengingat lain untuk memverifikasi status regulasi, badan hukum, dan platform perdagangan broker sebelum menyetorkan dana.
Investor harus memeriksa apakah broker tersebut diotorisasi oleh regulator keuangan terkait dan apakah situs web, nama perusahaan, dan detail lisensi sesuai dengan catatan resmi regulator. Berhati-hatilah terutama terhadap platform perdagangan tiruan, analisis pasar palsu, penawaran investasi yang tidak realistis, dan platform yang tidak dapat diakses saat permintaan penarikan diajukan.
Sebelum membuka rekening, investor juga dapat menggunakan halaman Broker Check kami untuk meninjau informasi regulasi dan profil risiko broker tersebut.
Bacaan Terkait
Bintang Netflix Bergaya India yang Menawan Terkena Pembekuan Aset di UEA dalam Penyelidikan Anti Pencucian Uang (AML)
Pengusaha India Kehilangan ₹121.000 dalam Dugaan Penipuan Investasi Aplikasi Game
Polisi India Menyelidiki WinProFX atas Dugaan Penipuan Investasi Global yang Mempengaruhi 193.000 Pengguna
Manajer India Kehilangan ₹16,8 Juta dalam Penipuan Investasi Online yang Canggih