Kutipan
Analisis
Pengguna
24/7
Kalender Ekonomi
Pendidikan
Data
- Nama
- Nilai Terbaru
- Sblm.












Akun Sinyal untuk Anggota
Semua Akun Sinyal
Semua Kontes


Para pejabat Kuwait mengatakan dua pembangkit listrik dan pabrik desalinasi diserang oleh drone Iran, menyebabkan kerusakan material yang "signifikan" dan kedua unit generator telah dimatikan.
Sektor Perikanan Thailand Terpuruk Akibat Perang Iran yang Mendorong Kenaikan Biaya Bahan Bakar
[Tanggapan Iran: Jika Situasi Memburuk, Seluruh Timur Tengah Akan Menjadi Neraka Bagi AS dan Israel] 5 April, Menurut Laporan Media Iran, Iran telah memperingatkan Amerika Serikat dan Israel bahwa jika situasi terus memburuk, "seluruh wilayah akan menjadi neraka bagi kalian".
Ekonom: Indeks Harga Konsumen (CPI) AS Maret Mungkin Melonjak 1% Secara Bulanan; The Fed Kemungkinan Akan Ragu untuk Memangkas Suku Bunga Tahun Ini
Pejabat Ukraina mengatakan pembicaraan Rusia-Ukraina akan tetap ditangguhkan selama perang di Timur Tengah berlanjut.
Kuwait mengatakan sebuah drone Iran menyerang kompleks kantor pemerintah pada hari Sabtu, menyebabkan kerusakan yang signifikan, tetapi tidak ada laporan korban luka.
Menurut Kantor Berita Kuwait, kebakaran terjadi di kawasan industri minyak Shuwaikh menyusul serangan pesawat tak berawak; sejauh ini belum ada laporan korban jiwa.
Presiden AS Trump: Banyak Pemimpin Militer Iran yang Miskin dan Tidak Bijaksana. Dengan Serangan Besar-besaran di Teheran Ini, Mereka dan Banyak Lainnya Telah Dieliminasi.
Unggahan Trump yang Diduga Mengejek Sekutu Mendapat Tanggapan dari Kedutaan Besar Iran di Inggris
Presiden AS Trump mengunggah tiga foto di media sosial, menunjukkan bahwa tingkat popularitasnya sebagai presiden mencapai 96%, 94% responden percaya bahwa Trump adalah presiden terbaik yang pernah mereka miliki, dan tingkat popularitas Vance sebagai wakil presiden adalah 92%.
Berita Pasar: Menteri Luar Negeri Iran Mengadakan Pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Pakistan dan Mesir
Gerakan Houthi Yaman mengatakan mereka bersama-sama menyerang target Israel di Yaman bersama Iran dan Hizbullah.
Kelompok pemberontak Houthi di Yaman telah melancarkan operasi militer, menyerang target-target di dalam wilayah Israel.

Amerika Serikat Jumlah Klaim Pengangguran Awal (Penyesuaian Per Kuartal)S:--
P: --
Kanada Nilai Impor (Penyesuaian Per Kuartal) (Feb)S:--
P: --
Kanada Akun Perdagangan (Penyesuaian Per Kuartal) (Feb)S:--
P: --
Kanada Nilai Ekspor (Penyesuaian Per Kuartal) (Feb)S:--
P: --
Amerika Serikat Jumlah Klaim Pengangguran Lanjutan Mingguan (Penyesuaian Per Kuartal)S:--
P: --
Amerika Serikat Akun Perdagangan (Feb)S:--
P: --
Amerika Serikat Rata-Rata Dalam 4 Minggu Jumlah Klaim Pengangguran Mingguan (Penyesuaian Per Kuartal)S:--
P: --
Amerika Serikat Ekspor (Feb)S:--
P: --
S: --
Amerika Serikat Perubahan Stok Gas Alam Mingguan EIAS:--
P: --
S: --
Amerika Serikat Total Pengeboran MingguanS:--
P: --
S: --
Amerika Serikat Total Nilai Pengeboran Bahan Bakar Fosil MingguanS:--
P: --
S: --
Amerika Serikat Obligasi Amerika Yang Dimiliki Bank Sentral Asing MingguanS:--
P: --
S: --
Jepang PMI Komprehensif - IHS Markit (Mar)S:--
P: --
S: --
Jepang PMI Jasa IHS Market (Mar)S:--
P: --
S: --
China, Daratan PMI Jasa - Caixin (Mar)S:--
P: --
S: --
China, Daratan PMI Komposit Caixin (Mar)S:--
P: --
S: --
Rusia PMI Jasa IHS Market (Mar)S:--
P: --
S: --
Perancis Output Industri MoM (Penyesuaian Per Kuartal) (Feb)S:--
P: --
Turki Indeks Harga Produsen (IHP) YoY (Mar)S:--
P: --
S: --
Turki IHK YoY (Mar)S:--
P: --
S: --
Amerika Serikat Jumlah Tenaga Kerja Pemerintahan (Mar)S:--
P: --
S: --
Amerika Serikat Jumlah Pekerjaan Swasta Non-Pertanian (Penyesuaian Per Kuartal) (Mar)S:--
P: --
Amerika Serikat Jam Kerja Rata-Rata Tiap-Minggu (Penyesuaian Per Kuartal) (Mar)S:--
P: --
S: --
Amerika Serikat Partisipasi Ketenagakerjaan (Penyesuaian Per Kuartal) (Mar)S:--
P: --
S: --
Amerika Serikat Jumlah Tenaga Kerja Manufaktur (Penyesuaian Per Kuartal) (Mar)S:--
P: --
Amerika Serikat Upah Rata-Rata Tiap-Jam YoY (Mar)S:--
P: --
S: --
Amerika Serikat Tingkat Pengangguran U6 (Penyesuaian Per Kuartal) (Mar)S:--
P: --
S: --
Amerika Serikat Tingkat Pengangguran (Penyesuaian Per Kuartal) (Mar)S:--
P: --
S: --
Amerika Serikat Jumlah Tenaga Kerja Non-Pertanian (Penyesuaian Per Kuartal) (Mar)S:--
P: --
Amerika Serikat Upah Rata-Rata Tiap-Jam MoM (Penyesuaian Per Kuartal) (Mar)S:--
P: --
S: --
Arab Saudi PMI Komprehensif - IHS Markit (Mar)--
P: --
S: --
India PMI Komprehensif - IHS Markit (Mar)--
P: --
S: --
India IHK Layanan HSBC Final (Mar)--
P: --
S: --
Kanada Indeks Keyakinan Ekonomi Nasional--
P: --
S: --
Brazil PMI Jasa IHS Market (Mar)--
P: --
S: --
Brazil PMI Komprehensif - IHS Markit (Mar)--
P: --
S: --
Amerika Serikat PMI Non-Manufaktur ISM (Mar)--
P: --
S: --
Amerika Serikat Indeks Harga Komoditas Non-Manufaktur ISM (Mar)--
P: --
S: --
Amerika Serikat Indeks Inventaris Non-Manufaktur ISM (Mar)--
P: --
S: --
Amerika Serikat Indeks Tenaga Kerja Non-Manufaktur ISM (Mar)--
P: --
S: --
Amerika Serikat Indeks Pesanan Baru Non-Manufaktur ISM (Mar)--
P: --
S: --
Amerika Serikat Indeks Tren Ketenagakerjaan Dewan Konferensi (Penyesuaian Per Kuartal) (Mar)--
P: --
S: --
China, Daratan Cadangan Devisa (Mar)--
P: --
S: --
Jepang Cadangan Devisa (Mar)--
P: --
S: --
Jepang Nilai Yield Lelang JGB 30 Tahun--
P: --
S: --
Jepang Nilai Awal Indikator Penentu (Feb)--
P: --
S: --
Afrika Selatan PMI Komprehensif Manufaktur- IHS Markit (Penyesuaian Per Kuartal) (Mar)--
P: --
S: --
Italia PMI Komposit (Mar)--
P: --
S: --
Italia PMI Sektor Jasa (Penyesuaian Per Kuartal) (Mar)--
P: --
S: --
Zona Euro Indeks Keyakinan Investor Sentrix (Apr)--
P: --
S: --
U.K. Perubahan Cadangan Resmi (Mar)--
P: --
S: --
Amerika Serikat Pesanan Barang Tahan Lama MoM (Tidak Termasuk Pertahanan) (Penyesuaian Per Kuartal) (Feb)--
P: --
S: --
Amerika Serikat Pesanan Barang Tahan Lama MoM (Feb)--
P: --
S: --
Amerika Serikat Jumlah Pesanan Barang Modal Tahan Lama Non-Pertahanan MoM (Tidak Termasuk Pesawat) (Feb)--
P: --
S: --
Amerika Serikat Pesanan Barang Tahan Lama MoM (Tidak Termasuk Logistik) (Feb)--
P: --
S: --
Amerika Serikat Nilai Penjualan Bisnis Retail Mingguan Redbook YoY--
P: --
S: --
Kanada PMI - IVEY(Sebelum Penyesuaian Per Kuartal) (Mar)--
P: --
S: --
Kanada PMI - IVEY (Penyesuaian Per Kuartal) (Mar)--
P: --
S: --
Amerika Serikat Perkiraan Produksi Minyak Mentah Jangka-Pendek EIA Tahun Depan (Apr)--
P: --
S: --
Amerika Serikat Perkiraan Produksi Minyak Mentah Jangka-Pendek EIA Tahun Tsb. (Apr)--
P: --
S: --
Prospek Energi Jangka Pendek Bulanan EIA





















































Tidak Ada Data Yang Cocok
Lihat Semua

Tidak ada data
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas Antam menembus Rp 2,5 juta per gram, sekaligus mencetak rekor tertinggi baru sepanjang masa pada Senin (22/12/2025).
Mengutip laman Logam Mulia, harga dasar emas batangan ukuran 1 gram dibanderol Rp 2.502.000 pada Senin (22/12/2025), naik Rp 11.000 per gram dari hari sebelumnya.
Analis Dupoin Futures Indonesia Andy Nugraha mengatakan kenaikan harga emas Antam didorong kombinasi faktor global dan doemstik.
Dari global, kenaikan tersebut sejalan dengan lonjakan harga emas dunia yang berada di area tertinggi, sehingga pergerakan emas Antam turut mengikuti tren harga spot internasional.
Selain itu, ekspektasi penurunan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) turut menekan imbal hasil obligasi, yang pada akhirnya meningkatkan daya tarik emas sebagai aset investasi. Permintaan terhadap aset safe haven juga menguat di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global dan risiko geopolitik.
Andy menambahkan, aksi pembelian emas oleh bank sentral berbagai negara sebagai upaya diversifikasi cadangan devisa turut menopang harga emas. Dari sisi domestik, kecenderungan pelemahan nilai tukar rupiah membuat harga emas dalam denominasi rupiah mengalami kenaikan yang lebih cepat.
Ke depan, sentimen pendukung utama pergerakan emas berasal dari siklus pelonggaran suku bunga global, baik oleh The Fed maupun bank sentral utama lainnya, ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global yang belum mereda, permintaan struktural dari bank sentral yang tetap solid, serta risiko inflasi jangka panjang.
Namun, Andy mengingatkan adanya sejumlah faktor yang berpotensi menekan harga emas.Antara lain jika The Fed kembali mengambil sikap hawkish, penguatan dolar AS yang signifikan, serta meningkatnya selera risiko global yang mendorong reli kuat di pasar saham.
“Penguatan harga emas masih berpeluang berlanjut, namun lebih volatil,” kata Andy kepada Kontan, Senin (22/12/2025).
Skenario Harga Emas
Andy pun memproyeksikan pergerakan harga emas pada 2026 dalam sejumlah skenario. Secara global, dalam skenario dasar (base case), harga emas diperkirakan berada di kisaran US$ 3.800– US$ 4.300 per ons troi.
Pada skenario optimistis (bullish), harga emas dunia berpeluang melanjutkan kenaikan hingga mencapai area US$ 4.700–5.000 per ons. Sementara itu, dalam skenario pesimistis (bearish), harga emas diperkirakan mengalami koreksi ke rentang US$ 3.400– US$3.600 per ons.
Sejalan dengan proyeksi tersebut, Andy memperkirakan harga emas Antam pada 2026 akan bergerak di kisaran Rp 2,4 juta hingga Rp 3,0 juta per gram, dengan pergerakan yang sangat dipengaruhi oleh dinamika nilai tukar dolar Amerika Serikat serta pergerakan kurs rupiah.
Secara terpisah, Analis PT Finex Bisnis Solusi Future Brahmantya Himawan menyampaikan penguatan logam mulia ini mencerminkan kombinasi faktor fundamental yang semakin kondusif. Terutama meningkatnya ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Federal Reserve (The Fed) di tengah sinyal perlambatan inflasi dan melemahnya pasar tenaga kerja Amerika Serikat.
Data inflasi AS yang menunjukkan tren penurunan, disertai laporan ketenagakerjaan yang lebih lemah dari perkiraan, memperkuat keyakinan pasar bahwa The Fed memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga lebih lanjut.
Dalam konteks ini, emas kembali mendapatkan daya tariknya, mengingat penurunan suku bunga akan mengurangi opportunity cost dalam memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti logam mulia.
"Penurunan imbal hasil riil menjadi salah satu katalis utama yang mendorong aliran dana ke emas," ujar Brahmantya kepada Kontan, Senin (22/12/2025).
Di luar faktor moneter, sentimen safe haven juga tetap menjadi penopang kuat bagi harga emas. Ketegangan geopolitik yang meningkat, khususnya konflik Israel–Iran serta memburuknya hubungan antara Amerika Serikat dan Venezuela, mendorong investor untuk mencari aset lindung nilai yang dinilai mampu mempertahankan nilai di tengah ketidakpastian global.
Dalam kondisi seperti ini, emas kembali berfungsi sebagai aset perlindungan utama, baik terhadap risiko geopolitik maupun potensi volatilitas pasar keuangan.
Brahmantya bilang harga emas masih berpotensi menguat, dengan tren naik yang sangat kuat dan dominan ini. Fokus pasar dalam waktu dekat akan tertuju pada rilis data ekonomi AS lanjutan. Indeks Aktivitas Nasional Chicago The Fed untuk bulan September yang dirilis hari Senin dapat memberikan gambaran tambahan mengenai momentum pertumbuhan ekonomi AS.
Sementara itu, data awal Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal ketiga AS yang akan dirilis pada hari Selasa dipandang krusial dalam membentuk ekspektasi lanjutan terkait arah kebijakan The Fed.
Apabila data PDB menunjukkan perlambatan yang lebih dalam dari perkiraan, hal tersebut berpotensi memperkuat narasi dovish Fed dan menjadi katalis tambahan bagi kelanjutan tren bullish emas.
Sebaliknya, kejutan data yang lebih kuat dapat memicu konsolidasi harga dalam jangka pendek, meskipun tekanan penurunan diperkirakan masih terbatas selama ketidakpastian global dan ekspektasi pelonggaran moneter tetap mendominasi.
Brahmantya memprediksi harga emas dapat mencapai US$ 4.600 - US$ 5.000 per troi onsnya pada tahun 2026 mendatang.
Strategi Investasi Emas
Brahmantya merekomendasikan investor untuk berinvestasi emas melalui strategi buy and hold atau dengan cara mencicil pembelian emas batangan. Selain itu, investor juga dapat mempertimbangkan untuk mempelajari perdagangan emas melalui Kontrak Berjangka Emas dengan pendekatan buy follow trend.
Sementara itu, Andy menyarankan investor memanfaatkan emas sebagai instrumen diversifikasi portofolio dengan porsi ideal sekitar 5%–10%. Investor juga disarankan menerapkan strategi Dollar Cost Averaging (DCA) guna menghindari risiko masuk di harga puncak.
Andy menekankan agar investasi emas diarahkan untuk jangka menengah hingga panjang, bukan untuk perdagangan agresif jangka pendek.
Selain itu, investor perlu mencermati sejumlah faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga emas.Seperti kebijakan moneter The Fed, arah pergerakan dolar AS dan nilai tukar rupiah, imbal hasil obligasi pemerintah AS, serta perkembangan dinamika geopolitik global.
Berdagang Instrumen Keuangan Seperti Saham, Mata Uang, Komoditas, Kontrak Berjangka, Obligasi, Dana, Atau Mata Uang Kripto Adalah Perilaku Berisiko Tinggi, Termasuk Kehilangan Sebagian Atau Seluruh Jumlah Investasi Anda, Sehingga Perdagangan Tidak Cocok Untuk Semua Investor.
Anda Harus Melakukan Uji Tuntas Anda Sendiri, Menggunakan Penilaian Anda Sendiri, Dan Berkonsultasi Dengan Penasihat Yang Memenuhi Syarat Saat Membuat Keputusan Keuangan Apa Pun. Konten Situs Web Ini Tidak Ditujukan Kepada Anda, Situasi Keuangan Atau Kebutuhan Anda Juga Tidak Diperhitungkan. Informasi Yang Terdapat Di Situs Web Ini Belum Tentu Tersedia Secara Waktu Nyata, Juga Belum Tentu Akurat. Setiap Pesanan Atau Keputusan Keuangan Lainnya Yang Anda Buat Sepenuhnya Menjadi Tanggung Jawab Anda Dan Anda Tidak Boleh Bergantung Pada Informasi Apa Pun Yang Disediakan Melalui Situs Web. Kami Tidak Memberikan Jaminan Apa Pun Untuk Informasi Apa Pun Di Situs Web Dan Tidak Bertanggung Jawab Atas Kerugian Transaksi Apa Pun Yang Mungkin Timbul Dari Penggunaan Informasi Apa Pun Di Situs Web.
Dilarang Menggunakan, Menyimpan, Menggandakan, Menampilkan, Memodifikasi, Menyebarluaskan Atau Mendistribusikan Data Yang Terdapat Dalam Situs Web Ini Tanpa Izin Tertulis Dari Situs Web Ini. Semua Hak Kekayaan Intelektual Dilindungi Oleh Pemasok Dan Bursa Yang Menyediakan Data Yang Terdapat Di Situs Web Ini.
Tidak Masuk
Masuk untuk mengakses lebih banyak fitur
Masuk
Daftar