FastBull BrokersView
Masuk

Thailand Melaporkan Penurunan Tajam Akun Kurir Tunai Setelah Perluasan Penindakan Anti-Penipuan

11 jam yang lalu BrokersView

Kampanye intensif Thailand melawan penipuan daring dan jaringan pengiriman uang ilegal telah menyebabkan penurunan signifikan dalam aktivitas keuangan terkait penipuan, menurut data pemerintah yang dirilis minggu ini.

 

Pihak berwenang mengatakan bahwa operasi penertiban yang diluncurkan pada akhir tahun 2025 di bawah gugus tugas nasional yang menargetkan kejahatan siber dan penipuan transnasional, telah difokuskan pada mengganggu infrastruktur yang digunakan oleh sindikat penipuan, termasuk rekening perantara, perusahaan fiktif, pendaftaran SIM palsu, dan aliran dana ilegal.

 

Antara Oktober 2025 dan Mei 2026, lembaga penegak hukum mengidentifikasi hampir 190.000 rekening kurir pribadi dan lebih dari 10.600 rekening kurir perusahaan yang terkait dengan aktivitas kriminal yang dicurigai. Selama periode yang sama, pihak berwenang melacak lebih dari 1,1 juta transaksi terkait.

 

Para pejabat melaporkan bahwa rekening perantara pribadi turun sebesar 76,9% dan rekening perantara perusahaan turun sebesar 88,4% setelah tindakan penegakan hukum. Volume transaksi curang juga menurun sebesar 66,1%.

 

Inisiatif ini menggabungkan upaya dari Bank Sentral Thailand, Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC), Kantor Anti Pencucian Uang (AMLO), polisi siber, dan lembaga keuangan. Langkah-langkah yang diambil meliputi peningkatan kontrol KYC, pemantauan transaksi tunai dalam jumlah besar, penyaringan rekening secara real-time, dan pengawasan yang lebih ketat terhadap pendaftaran perusahaan untuk mendeteksi struktur nominee.

 

Thailand juga telah memperluas penggunaan Pusat Registri Penipuan (Central Fraud Registry), yang memungkinkan bank dan penyelidik untuk dengan cepat mengidentifikasi dan membekukan rekening mencurigai yang terkait dengan aktivitas penipuan.

 

Dalam salah satu tindakan penegakan hukum terbesar baru-baru ini, AMLO menyita aset senilai lebih dari 20 miliar baht yang diduga terkait dengan jaringan kriminal transnasional. Aset tersebut dilaporkan termasuk kepemilikan uang tunai dan investasi yang dikelola melalui rekening pialang.

 

Angka terbaru ini menyoroti peningkatan fokus Thailand dalam menargetkan infrastruktur keuangan di balik penipuan daring, alih-alih hanya mengejar pelaku individu. Pihak berwenang mengatakan upaya akan terus difokuskan pada pelacakan aset, pemantauan rekening, dan kerja sama lintas batas untuk mengganggu jaringan penipuan yang semakin canggih.

Bagikan

Memuat...