FastBull BrokersView
Masuk

Singapura memberlakukan undang-undang baru yang memungkinkan polisi memblokir transaksi korban yang dicurigai dan membatasi akses bank

2025-07-02 BrokersView

Undang-Undang Pencegahan Penipuan baru di Singapura mulai berlaku pada 1 Juli, yang memungkinkan polisi memerintahkan bank untuk mencegah transaksi jika seseorang dicurigai ditarik oleh penipu, bahkan jika korban sendiri tidak percaya bahwa mereka mengalami penipuan.

 

Pemberitahuan Kementerian Dalam Negeri Singapura tentang Undang-Undang Pencegahan Penipuan

 

Menurut undang-undang baru ini, polisi dapat membatasi penggunaan ATM dan layanan kredit untuk potensi korban. Kementerian Dalam Negeri Singapura (MHA) mengkonfirmasi bahwa korban dapat menahan dana terbatas untuk pengeluaran yang diperlukan, tetapi hanya dapat diputuskan oleh kepolisian.

 

Undang-undang tersebut menargetkan tantangan berulang: korban penipuan yang mengabaikan peringatan dan terus mentransfer uang. Polisi dapat mengontrol rekening bank calon korban hingga 30 hari, dapat diperpanjang hingga lima kali jika perlu.

 

Menanggapi kekhawatiran atas potensi penyalahgunaan kekuasaan, MHA mengklarifikasi bahwa perintah semacam itu dikeluarkan hanya setelah upaya melelahkan untuk meyakinkan korban, dan keputusan akan didasarkan pada fakta yang ditawarkan oleh korban dan anggota keluarga mereka.

 

Undang-undang tersebut melengkapi langkah-langkah anti-penipuan yang ada di Singapura, seperti fitur penguncian akun yang diperkenalkan pada tahun 2023 dan "tombol pemutus" darurat untuk pembekuan akun yang disusupi.

 

Penipuan tetap menjadi masalah yang berkembang di Singapura. Di antara penipuan yang paling umum di Singapura adalah tawaran pekerjaan palsu, skema investasi palsu, penipuan e-commerce, dan penipuan asmara.

 

Menurut Kepolisian Singapura (SPF), Kerugian penipuan pada tahun 2024 melebihi S$1,1 miliar, dengan kasus yang dilaporkan meningkat dari 50.376 pada tahun 2023 menjadi 55.810.

Bagikan

Memuat...