
Polisi Belanda telah menangkap beberapa tersangka yang terkait dengan jaringan penipuan investasi internasional besar yang diyakini telah menghasilkan lebih dari €100 juta (US$117 juta) per bulan dengan menargetkan korban di berbagai negara.
Investigasi ini berpusat pada seorang warga negara Polandia-Israel berusia 46 tahun, yang ditangkap di Polandia pada bulan Mei atas permintaan pihak berwenang Belanda. Para penyidik menggambarkannya sebagai tokoh kunci di balik organisasi kriminal yang beroperasi setidaknya sejak tahun 2021, dengan sekitar 700 anggota yang bekerja dari sekitar 20 pusat panggilan di seluruh dunia. Kelompok tersebut diduga menyamar sebagai penasihat keuangan dan manajer akun untuk membujuk korban agar berinvestasi melalui platform perdagangan online palsu.
Penangkapan lebih lanjut terjadi bulan ini, termasuk dua warga negara Belanda dan satu warga negara Belgia di Siprus, seorang tersangka lain di Belgia, dan seorang tersangka berkebangsaan Belanda di Yunani. Pihak berwenang mengatakan penangkapan tambahan masih mungkin terjadi.
Menurut para penyelidik, penipuan tersebut mengandalkan manipulasi jangka panjang daripada pencurian langsung. Para korban dihubungi melalui telepon atau daring, terkadang selama berbulan-bulan, untuk membangun kepercayaan sebelum melakukan investasi awal. Setoran pertama biasanya kecil dan disertai dengan keuntungan yang tampak ditampilkan pada platform perdagangan palsu yang canggih. Karena percaya bahwa keuntungan tersebut asli, para korban terus berinvestasi dalam jumlah yang lebih besar, seringkali dalam mata uang kripto, meskipun tidak ada perdagangan nyata yang pernah terjadi.
Polisi Belanda telah menghubungkan sekitar 550 laporan dengan organisasi tersebut, dengan korban di Belanda saja kehilangan hampir €25 juta. Otoritas Belgia telah menerima 200 pengaduan lainnya, sementara para penyelidik memperkirakan sindikat tersebut telah menipu puluhan ribu korban di seluruh dunia.
Investigasi ini menggabungkan analisis keuangan, pelacakan alamat IP, dan forensik digital untuk mengidentifikasi tersangka, menemukan pusat panggilan, dan membongkar sebagian infrastruktur daring kelompok tersebut dengan bantuan dari Europol dan mitra penegak hukum internasional. Investigasi keuangan terus berlanjut untuk mengidentifikasi aset yang dapat dibekukan atau disita.