
Kepolisian Dubai, yang diwakili oleh Pusat Anti-Penipuan di Departemen Investigasi Kriminal Umum, telah memperingatkan masyarakat agar tidak terlibat dengan perusahaan atau platform yang mempromosikan penawaran investasi menyesatkan dengan imbal hasil tetap bulanan hingga 10% tanpa risiko. Pihak berwenang menekankan bahwa klaim semacam itu merupakan tanda-tanda nyata praktik penipuan yang bertujuan untuk memikat korban dan menyita dana mereka.
Beberapa perusahaan beriklan melalui media sosial dan promosi daring berbayar, menyalahgunakan nama dan logo lembaga keuangan terkemuka untuk menciptakan kesan kredibilitas palsu, sementara beroperasi tanpa izin yang sah dari otoritas regulasi. Polisi mencatat bahwa para penipu ini sering kali mengandalkan skema piramida atau janji palsu, mengumpulkan uang dari investor baru untuk membayar keuntungan sementara kepada korban sebelumnya sebelum menghilang tanpa jejak.
Kepolisian Dubai menekankan bahwa mengharapkan imbal hasil bulanan sebesar 10% atau lebih tidaklah realistis dalam lingkungan investasi yang teregulasi, karena imbal hasil yang tinggi selalu membawa risiko yang sesuai. Klaim semacam itu harus dikenali sebagai tanda peringatan potensi penipuan keuangan.
Masyarakat diimbau untuk berhati-hati, menahan diri dari godaan keuntungan cepat, dan memverifikasi izin perusahaan kepada otoritas terkait sebelum berinvestasi atau mentransfer dana. Aktivitas atau iklan yang mencurigakan harus segera dilaporkan.
Pada bulan Juli, Kepolisian Dubai menangkap empat anggota kelompok kejahatan dunia maya yang diduga menggunakan platform media sosial untuk mempromosikan skema perdagangan dan investasi palsu.
Jangan mudah percaya pada klaim platform investasi, terutama yang mengklaim berafiliasi dengan lembaga keuangan ternama. Investor harus melakukan verifikasi independen. Operator penipu sering kali menyalahgunakan nama dan logo perusahaan resmi untuk menyesatkan dan menipu.
Setiap broker yang mengklaim memiliki lisensi di Dubai atau UEA harus diperiksa berdasarkan daftar Otoritas Jasa Keuangan Dubai (DFSA) atau Otoritas Sekuritas dan Komoditas (SCA) .