FastBull BrokersView
Masuk

Pengusaha India Kehilangan 1,94 Crore Rupee dalam Dugaan Penipuan Trading Forex Online

Feb 09, 2026 BrokersView

 

Seorang pengusaha berusia 40 tahun dari Chikhali dilaporkan kehilangan ₹1,94 crore setelah menjadi korban dugaan penipuan perdagangan forex online, menurut pejabat kepolisian. Kasus ini menambah jumlah insiden penipuan investasi yang terkait dengan platform perdagangan yang tidak terverifikasi dan penawaran investasi yang tidak diminta.

 

Menurut pengaduan yang diajukan ke Kepolisian Pimpri Chinchwad, pengusaha tersebut pertama kali dihubungi pada Oktober 2024 oleh seseorang yang mengaku sebagai Aditya Thakur. Penelepon tersebut mengaku sebagai manajer di platform perdagangan forex online ternama dan menjanjikan keuntungan investasi yang tinggi.

 

Polisi mengatakan tersangka membujuk korban untuk membuka rekening perdagangan melalui tautan situs web yang diberikan. Seiring waktu, pengusaha tersebut mentransfer sejumlah besar uang, karena percaya bahwa ia memperoleh keuntungan yang konsisten berdasarkan laporan rekening dan angka yang ditampilkan di platform tersebut.

 

Masalah muncul ketika korban mencoba menarik keuntungan yang diduga diperolehnya. Pihak berwenang menyatakan bahwa terdakwa berulang kali menunda proses penarikan, memberikan penjelasan yang tidak jelas, dan menuntut pembayaran tambahan dengan berbagai dalih, termasuk biaya pemrosesan dan biaya verifikasi rekening.

 

Setelah beberapa kali gagal mendapatkan kembali dananya, pengusaha tersebut mulai mencurigai adanya penipuan dan menghubungi polisi. Kasus telah didaftarkan berdasarkan Pasal 318(4) Undang-Undang Keadilan India, yang berkaitan dengan penipuan.

 

Saat ini, para penyidik ​​sedang berupaya mengidentifikasi dan menemukan tersangka. Polisi juga menelusuri jejak uang, termasuk menganalisis rekening bank, nomor telepon seluler, dan platform daring yang digunakan dalam transaksi, dalam upaya untuk menentukan apakah ada individu atau jaringan lain yang terlibat.

 

Pihak berwenang sekali lagi mendesak masyarakat untuk berhati-hati ketika didekati dengan tawaran investasi yang tidak diminta, terutama yang menjanjikan keuntungan luar biasa tinggi. Polisi menekankan pentingnya memverifikasi keabsahan platform perdagangan dan menghindari berbagi informasi keuangan atau pribadi dengan penelepon yang tidak dikenal.

 

Kasus ini mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas di kalangan lembaga penegak hukum India mengenai meningkatnya kecanggihan penipuan investasi daring, terutama yang mengeksploitasi minat publik dalam perdagangan valuta asing dan aset digital.

Bagikan

Memuat...