
Sepasang suami istri asal Korea Selatan, yang diidentifikasi sebagai dalang di balik penipuan investasi asmara senilai 12 miliar won, telah diekstradisi dari Kamboja dan diserahkan kepada jaksa penuntut atas tuduhan pelanggaran Undang-Undang tentang Hukuman Berat untuk Kejahatan Ekonomi Tertentu (Penipuan). Polisi secara aktif mencari 26 buronan lainnya, termasuk tersangka dalang lainnya, yang diyakini masih beroperasi dari Kamboja.
Modus Operandi dan Eksploitasi Korban
Para penyelidik melaporkan bahwa organisasi tersebut menipu lebih dari 100 korban antara Maret 2021 dan Februari 2025, menggunakan persona buatan AI deepfake untuk berpura-pura sebagai pasangan romantis melalui aplikasi perpesanan. Keterlibatan harian dan tampilan kekayaan fiktif digunakan untuk meyakinkan korban agar berinvestasi dalam peluang yang dianggap sah yang dipromosikan melalui saluran YouTube dan situs web perusahaan palsu. Aplikasi seluler palsu dan situs web fiktif semakin memperkuat ilusi operasi bisnis yang sah.
Para korban diinstruksikan untuk mentransfer dana, yang dicuci melalui konversi mata uang virtual dan kartu hadiah, kemudian dipindahkan melintasi perbatasan. Para penyelidik mencatat bahwa para pelaku memanfaatkan infrastruktur luar negeri, termasuk kantor-kantor di Kamboja dengan telepon dan komputer sekali pakai, mengoperasikan kantor cabang dan pusat panggilan dengan model seperti waralaba. Peran-peran tersebut dipisahkan dengan cermat, dengan tim pelaksana menangani penjangkauan dan transfer, sementara tim pendukung mengelola keuangan dan personel.
Penegakan Hukum dan Tindakan Hukum
Pasangan tersebut dipulangkan secara paksa pada 23 Februari 2026, setelah menghindari penangkapan melalui pembebasan sementara dan operasi plastik. Hingga saat ini, 57 individu yang terkait dengan organisasi tersebut telah ditangkap, 39 ditahan, sementara polisi terus mengejar 26 buronan. Kasus ini menggarisbawahi integrasi penipuan asmara, konten yang dihasilkan AI, operasi lepas pantai, dan pencucian uang lintas batas ke dalam jaringan penipuan yang sangat efisien .
Pihak berwenang sedang menyelidiki tuduhan bahwa pasangan tersebut memisahkan diri dari kelompok aslinya, menerima pendanaan dari luar negeri, dan mendirikan jaringan kriminal baru, yang menyoroti kemampuan adaptasi kejahatan keuangan terorganisir modern.