
OANDA telah menunjuk Paweł Latocha sebagai Kepala Risiko Operasional yang baru, sebuah langkah penting dalam memperkuat kepemimpinan perusahaan. Latocha juga telah bergabung dengan dewan manajemen OANDA TMS, anak perusahaan OANDA di Polandia. Pengangkatannya telah disetujui secara resmi oleh Dewan Pengawas perusahaan pada 27 November, menandai dimulainya masa jabatannya di OANDA. Ia akan bekerja sama erat dengan tim manajemen beranggotakan lima orang yang dipimpin oleh Marcin Niewiadomski, Presiden OANDA TMS, yang juga mengawasi operasional perusahaan di Eropa.
Latocha membawa segudang pengalaman dalam manajemen risiko, setelah menghabiskan hampir lima tahun di IG Group, di mana ia memegang peran senior di bidang risiko dan kepatuhan. Bergabung dengan IG pada tahun 2021 sebagai Manajer Pelaporan Risiko, ia dengan cepat naik jabatan menjadi kepala jaminan dan pelaporan risiko operasional. Pada tahun 2024, ia dipromosikan untuk mengawasi portofolio risiko dan kepatuhan, sistem, dan manajemen perubahan IG. Sebelum bergabung dengan IG, Latocha memegang berbagai posisi manajemen risiko di berbagai lembaga keuangan besar, termasuk Deutsche Bank, State Street, dan Shell. Latar belakangnya yang beragam akan sangat penting dalam memperkuat kapabilitas manajemen risiko OANDA, terutama seiring perusahaan menavigasi pasar global yang semakin kompleks.
Penunjukan eksekutif ini merupakan bagian dari upaya OANDA yang lebih luas untuk memperkuat tim kepemimpinannya. Fokus Latocha pada risiko operasional, kepatuhan, dan integrasi sistem sejalan dengan komitmen berkelanjutan perusahaan untuk mempertahankan kerangka kerja risiko yang kuat di seluruh operasi globalnya. Latar belakangnya yang luas dalam risiko jasa keuangan memposisikannya untuk memainkan peran penting dalam meningkatkan ketahanan operasional perusahaan.
Perekrutan Latocha juga terjadi tak lama setelah akuisisi OANDA oleh perusahaan perdagangan swasta Ceko, FTMO, yang ditutup pada 1 Desember. Akuisisi OANDA oleh FTMO, setelah berbulan-bulan mendapatkan persetujuan regulator, menandakan rencana ambisius untuk mengembangkan operasi OANDA sebagai entitas independen, sekaligus memperluas layanannya di bidang perdagangan prop, pialang, dan sektor terkait. Penunjukan Latocha ini menegaskan dedikasi OANDA untuk memperkuat pengendalian internal dan struktur manajemen risikonya sebagai bagian dari transformasi yang lebih luas ini.
Perombakan kepemimpinan dan akuisisi OANDA baru-baru ini menunjukkan fokus yang jelas untuk memperkuat posisinya di dunia pialang global. Dengan keahlian Latocha dalam manajemen risiko, perusahaan berada di posisi yang tepat untuk memastikan operasinya tetap aman dan efisien seiring perkembangannya di bawah kepemilikan baru.