FastBull BrokersView
Masuk

Kepolisian Selandia Baru memperingatkan tentang penipuan peniruan identitas dompet kripto.

10 jam yang lalu BrokersView

Kepolisian Selandia Baru telah mengeluarkan peringatan publik mengenai meningkatnya penipuan mata uang kripto di mana para penipu menyamar sebagai petugas polisi dan perwakilan perusahaan kripto untuk mendapatkan akses ke dompet digital korban.

 

Menurut polisi, para penipu menghubungi korban dengan mengklaim informasi pribadi mereka ditemukan selama penyelidikan kriminal sebelum menanyakan apakah mereka memiliki mata uang kripto. Korban kemudian dirujuk ke perwakilan palsu dari platform mata uang kripto, yang mengarahkan mereka ke situs web palsu yang dirancang untuk mencuri kata sandi dompet atau frasa kunci. Pihak berwenang mengatakan penipuan ini telah mengakibatkan kerugian hingga jutaan dolar dalam beberapa minggu terakhir.

 

Pihak kepolisian menekankan bahwa petugas yang sah tidak akan pernah meminta informasi keuangan sensitif seperti kredensial dompet kripto, kata sandi, PIN, atau frasa sandi selama panggilan telepon yang tidak diminta. Mereka juga memperingatkan bahwa penipu dapat memalsukan nomor telepon dan alamat email resmi kepolisian agar tampak kredibel.

 

Untuk mengurangi risiko menjadi korban, investor disarankan untuk memverifikasi kontak yang tidak terduga secara independen, menghindari berbagi kredensial dompet dengan siapa pun, dan berhati-hati terhadap permintaan yang melibatkan investigasi mata uang kripto atau tindakan akun yang mendesak. Siapa pun yang ragu tentang keabsahan penelepon harus mengakhiri percakapan dan menghubungi Polisi melalui saluran resmi untuk memverifikasi identitas petugas tersebut.

 

Peringatan ini menyoroti evolusi berkelanjutan dari penipuan terkait kripto, di mana para penjahat semakin menggabungkan teknik rekayasa sosial dan taktik peniruan identitas untuk menargetkan pemegang aset digital. Pihak berwenang mendorong siapa pun yang merasa telah menjadi target atau ditipu untuk segera melaporkan kejadian tersebut kepada Kepolisian Selandia Baru dan otoritas keamanan siber terkait.

Bagikan

Memuat...