
Seorang investor India kehilangan ₹7,6 lakh akibat skema investasi canggih melalui WhatsApp. Korban ditambahkan ke grup yang menyamar sebagai forum investasi bank swasta, di mana para penipu menjanjikan keuntungan hingga 800% serta keuntungan harian yang dijamin. Mereka juga menyebarkan sertifikat palsu dan mengarahkan korban ke platform trading online palsu.
Selama beberapa minggu, korban mentransfer dana secara bertahap, sementara saldo akun dimanipulasi sehingga menunjukkan keuntungan fiktif lebih dari ₹45 lakh. Penipu kemudian meminta setoran tambahan dan komisi untuk “melepaskan” keuntungan tersebut. Ketika korban menolak, akses diblokir dan dana tidak bisa dikembalikan.
Kasus ini mencerminkan pola penipuan yang memanfaatkan aplikasi pesan, media sosial, dan situs web palsu untuk menyamar sebagai bank atau platform investasi sah. Penipu sering menggunakan pesan pribadi, keuntungan yang dibesar-besarkan, dan dokumen palsu untuk menipu korban, lalu memutus akses setelah uang berada di tangan mereka.
Otoritas menegaskan bahwa lembaga keuangan sah tidak menjalankan skema investasi melalui WhatsApp, Telegram, Facebook, atau saluran serupa, dan mentransfer uang ke akun tidak dikenal memiliki risiko tinggi.