
Yayasan Asosiasi Bankir Amerika bekerja sama dengan FBI untuk menerbitkan infografik baru yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang ancaman penipuan palsu yang semakin serius. Ini adalah salah satu dari serangkaian inisiatif Asosiasi Bankir Amerika untuk mendidik konsumen dan menyediakan sumber daya pencegahan penipuan.
Sumber ini menjelaskan bagaimana penjahat menggunakan konten media yang dihasilkan AI atau dirubah secara digital, termasuk gambar, video, dan audio, untuk berpura-pura sebagai orang yang dipercaya. Penjahat sering menyamar sebagai kerabat, pejabat pemerintah, petugas penegak hukum atau selebriti, menggunakan rasa takut dan mendesak korban untuk menekan mereka untuk mengirim uang atau membocorkan informasi sensitif.
Menurut FBI, lebih dari 4,2 juta laporan penipuan telah diterima sejak tahun 2020, yang menyebabkan kerugian lebih dari $ 50,5 miliar. Persentase kerugian yang disebabkan oleh penipuan mendalam meningkat.
Infografik ini menggambarkan ciri-ciri umum konten palsu yang mendalam, termasuk ciri-ciri wajah yang kabur atau distorsi, kedip mata atau gerakan wajah yang tidak alami, tidak sinkronisasi audio-video, nada suara yang tidak sedikit naik atau mekanis, dan cahaya atau bayangan yang tidak normal.
Untuk menjaga keamanan konsumen, infografik ini memberikan saran praktis berikut:

Sumber: Yayasan Asosiasi Bankir Amerika
Seiring perkembangan kecerdasan buatan, penipu semakin menggunakan teknologi pemalsuan mendalam untuk menipu investor. Contoh terbaru termasuk platform palsu "QuantumAl" yang dipromosikan melalui video palsu mendalam. Regulator global seperti Otoritas Pasar Keuangan Selandia Baru (FMA) dan Komisi Sekuritas Malaysia (SC) telah mengeluarkan peringatan tentang ancaman penipuan investasi yang dipicu oleh teknologi pemalsuan mendalam.