FastBull BrokersView
Masuk

HKMA Menerbitkan Peringatan Anti-Penipuan Tahun Baru Imlek di Tengah Maraknya Penipuan Elektronik Lai-See

2026-02-13 BrokersView

Otoritas Moneter Hong Kong (HKMA) telah meluncurkan kampanye anti-penipuan 2026 menjelang Tahun Baru Imlek, memperingatkan masyarakat tentang meningkatnya penipuan terkait lai-see elektronik (amplop merah digital) dan stiker perayaan. Dengan tema “Bersatu Melawan Penipuan,” kampanye ini menggabungkan edukasi publik dengan keterlibatan dalam perayaan, menggunakan konten animasi untuk menyoroti risiko pencurian identitas, phishing, dan penipuan keuangan.

 

Inti dari kampanye ini adalah video musik baru yang didukung AI , yang menggambarkan duel bergaya Kung Fu antara Wakil Kepala Eksekutif HKMA Arthur Yuen dan karakter penipu bernama "Lachachu." Video tersebut menggambarkan bagaimana penipu memanipulasi banyak identitas untuk mengeksploitasi masyarakat, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang skema penipuan yang menargetkan informasi pribadi, kredensial bank, dan transfer uang. Cuplikan video telah dibagikan di seluruh saluran media sosial HKMA, dan versi lengkapnya dijadwalkan akan segera dirilis.

 

Bersamaan dengan video tersebut, HKMA memperkenalkan seri stiker “Horse Butler” , yang menampilkan 10 stiker animasi untuk ucapan selamat hari raya, transfer sehari-hari, inovasi keuangan, dan pencegahan penipuan. Stiker ini ditujukan untuk digunakan melalui saluran resmi seperti Sistem Pembayaran Cepat, dompet elektronik, dan unduhan terverifikasi di WhatsApp dan WeChat. HKMA menekankan bahwa hanya stiker yang diperoleh melalui platform resmi yang aman, dan memperingatkan bahwa stiker palsu mungkin berisi tautan phishing yang dirancang untuk mencuri informasi pribadi atau dana.

 

HKMA telah melaporkan kasus-kasus baru-baru ini di mana para penipu menyebarkan stiker Tahun Baru Imlek palsu atau lai-see elektronik yang disisipkan dengan kode QR atau hyperlink berbahaya melalui aplikasi pesan instan. Pesan-pesan penipuan ini berupaya memikat penerima untuk mengungkapkan data sensitif atau mengotorisasi pembayaran. Regulator menegaskan kembali bahwa mereka tidak akan pernah meminta informasi keuangan pribadi atau mengarahkan transaksi melalui SMS, email, atau hyperlink, dan mendesak masyarakat untuk tetap waspada, terutama selama musim liburan ketika para penipu memanfaatkan suasana liburan yang menyenangkan.

Bagikan

Memuat...