FastBull BrokersView
Masuk

Grup WhatsApp "AXIS Security" Palsu dan Profil LinkedIn yang Dipalsukan Digunakan untuk Merancang Penipuan Perdagangan Saham Senilai ₹900.000

2026-02-27 BrokersView

Kasus penipuan perdagangan siber telah tercatat di India setelah seorang investor berusia 48 tahun kehilangan sekitar ₹900.000 melalui platform perdagangan saham online palsu yang dipromosikan melalui media sosial. Penyidik ​​menduga operasi tersebut menyamar sebagai merek pialang yang sah, menggunakan profil profesional palsu untuk membangun kredibilitas, dan mengalihkan dana korban ke beberapa rekening bank sambil memanipulasi saldo dasbor untuk mensimulasikan perdagangan pasar secara langsung. Pihak berwenang telah membuka kasus pidana resmi dan memulai pelacakan keuangan untuk mengidentifikasi pelaku dan membekukan rekening terkait.

 

Struktur Penipuan dan Pengalihan Dana

Menurut pengaduan tersebut, korban tertarik melalui iklan Facebook yang merujuk pada Axis Securities Limited dan menampilkan seorang yang diduga ahli pasar bernama Naveen Kulkarni. Setelah meninjau profil LinkedIn yang tampak autentik, ia bergabung dengan grup WhatsApp bermerek “AXIS Security,” yang dikelola oleh individu yang menggunakan nama Kulkarni dan “Suraksha.” Grup tersebut menyebarkan sinyal perdagangan dan tautan ke platform berbasis web yang menampilkan data portofolio secara real-time dan proyeksi keuntungan.

 

Korban awalnya menyetor sejumlah kecil uang, mengamati keuntungan yang tampak dan partisipasi aktif dari anggota lain, beberapa di antaranya mengklaim melakukan perdagangan dalam jumlah besar. Didorong oleh instruksi beli dan jual berulang, ia mentransfer sekitar ₹870.000 ke beberapa rekening penerima. Ketika ia mencoba menarik sekitar ₹800.000, permintaan tersebut dibatalkan dan dasbornya menunjukkan saldo negatif tiba-tiba sekitar ₹1,3 juta, diduga karena "perdagangan sistem otomatis." Ia kemudian ditekan untuk menyetor dana tambahan dan diperingatkan tentang sanksi peraturan berdasarkan kerangka kerja Securities and Exchange Board. Model keuntungan yang direkayasa dan pengisian dana paksa ini mencerminkan struktur penipuan aplikasi perdagangan yang telah terungkap sebelumnya. Aplikasi Perdagangan Palsu Menunjukkan Keuntungan Palsu Sebelum Memblokir Penarikan .

 

Tindakan Penegakan Hukum

Polisi telah mendaftarkan tuntutan berdasarkan Pasal 318(4) Undang-Undang Bharatiya Nyaya Sanhita atas penipuan, bersama dengan ketentuan Undang-Undang Teknologi Informasi. Unit kejahatan siber sedang menganalisis komunikasi WhatsApp, rekening bank penerima, dan jejak pembayaran digital untuk mengidentifikasi pengendali hulu dan potensi jaringan rekening perantara. Penindakan Rekening Perantara Multinegara Menargetkan Jaringan Penipuan Investasi .

Bagikan

Memuat...