
Otoritas federal Malaysia melaporkan total kerugian akibat penipuan daring sebesar RM5,62 miliar dari tahun 2023 hingga 2025, dengan tahun 2025 saja mencapai RM2,77 miliar, angka tertinggi dalam sejarah baru-baru ini. Para pejabat menggambarkan tren ini sebagai "sangat mengkhawatirkan," menyoroti taktik yang terus berkembang yang digunakan oleh para penipu yang mengeksploitasi pembayaran digital, media sosial, dan penipuan berbasis kepercayaan untuk menargetkan individu dan usaha kecil.
Target Penipuan Online yang Beragam
Kerugian tersebut mencakup berbagai macam modus penipuan, termasuk platform investasi palsu, penipuan percintaan dan telepon, pinjaman fiktif, dan penipuan e-commerce. Para penyelidik mencatat bahwa saluran online telah menjadi lahan subur bagi para penipu , dengan media sosial dan aplikasi perpesanan memungkinkan penyebaran penawaran yang menyesatkan dengan cepat.
Respons Penegakan Hukum dan Tindakan Hukum
Kementerian Dalam Negeri dan kepolisian telah mengintensifkan upaya penegakan hukum, dengan memanfaatkan Pasal 424A–D KUHP untuk menargetkan penipuan siber terorganisir. Pihak berwenang juga berkoordinasi dengan lembaga keuangan, perusahaan telekomunikasi, dan mitra penegakan hukum internasional untuk meningkatkan deteksi, pencegahan, dan penuntutan terhadap penipuan lintas batas . Amandemen yang diusulkan bertujuan untuk memperluas kewenangan penegakan hukum, termasuk penyitaan aset dan menargetkan peserta pembantu seperti pemegang rekening perantara.
BrokersView Memberi Peringatan: Pemberitahuan Publik
BrokersView mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada. Para penipu terus mengeksploitasi kepercayaan digital, termasuk peniruan identitas yang canggih dan penipuan yang dibantu AI , seringkali mendesak korban untuk segera bertindak atas tawaran yang tampak sah. Konsumen disarankan untuk memverifikasi komunikasi yang mencurigakan melalui saluran resmi, segera melaporkan transaksi yang tidak biasa, dan tetap waspada terhadap semakin canggihnya kejahatan keuangan online.