
Lebih dari 190 investor lanjut usia dan rentan telah menjadi korban penipuan investasi mata uang kripto terkoordinasi senilai lebih dari $5 juta yang berpusat pada platform aset digital palsu bermerek “NEXOpayment.” Pihak berwenang menduga platform tersebut beroperasi sebagai gerbang pembayaran yang dikendalikan, bukan sebagai bursa yang sah, dengan setoran korban langsung dialihkan melalui dompet mata uang kripto berlapis dalam pola pencucian uang yang dirancang untuk mengaburkan penerima manfaat akhir.
Struktur Bursa Palsu dan Penargetan Korban
Para penyelidik menemukan bahwa para korban pertama kali didekati melalui media sosial dan didorong untuk mempelajari mata uang kripto dan berbagi investasi yang menjanjikan pengembalian yang stabil atau terjamin. Mereka kemudian dihubungi oleh individu yang berpura-pura sebagai penasihat investasi berlisensi dan diarahkan untuk menyetor dana ke portal web NEXOpayment.
Platform tersebut diduga menampilkan saldo palsu untuk mensimulasikan pembelian kripto yang sah. Pada kenyataannya, dana yang disetorkan tidak digunakan untuk memperoleh aset digital, melainkan ditransfer antar beberapa dompet dan bursa eksternal secara cepat. Teknik berlapis ini, yang umumnya dikaitkan dengan pencucian uang, memecah jejak transaksi dan mempersulit upaya pemulihan. Para korban dilaporkan ditekan dengan taktik mendesak dan diyakinkan dengan data pertumbuhan portofolio palsu — sebuah struktur yang konsisten dengan portal perdagangan kripto curang yang telah terungkap sebelumnya .
Tindakan Penegakan Hukum dan Investigasi yang Sedang Berlangsung
Kasus ini sedang diselidiki di bawah Satuan Tugas Resaca oleh Satuan Kejahatan Siber Australia dari Komando Kejahatan Negara. Para detektif melaksanakan surat perintah penggeledahan terkoordinasi di tempat tinggal dan tempat usaha, menyita perangkat elektronik dan dokumen keuangan yang terkait dengan infrastruktur NEXOpayment.
Seorang pria berusia 42 tahun telah didakwa dengan tuduhan secara sembrono menangani hasil kejahatan senilai lebih dari $5.000 terkait pencucian uang melalui platform tersebut. Seorang individu kedua telah ditangkap dan dibebaskan sambil menunggu penyelidikan lebih lanjut.
Pihak berwenang mengkonfirmasi bahwa pelacakan forensik mata uang kripto sedang dilakukan untuk mengidentifikasi fasilitator tambahan, memetakan kelompok dompet, dan menentukan cakupan penuh pergerakan dana lintas bursa. Investigasi tetap aktif karena para pejabat berupaya membongkar jaringan yang lebih luas di balik bursa yang curang tersebut.