
Komisi Sekuritas dan Investasi Australia (ASIC) mengeluarkan peringatan tegas kepada institusi finansial untuk segera meninjau dan memperbarui data penasihat yang tercatat pada Register Penasihat Keuangan.
Data terbaru menunjukkan lebih dari 3.400 penasihat belum memenuhi standar kualifikasi dan berpotensi kehilangan hak memberikan nasihat kepada klien ritel mulai 1 Januari 2026. Situasi ini tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga menciptakan risiko signifikan terhadap kepatuhan hukum dan reputasi lembaga keuangan, termasuk perusahaan pialang dan manajer aset.
ASIC menekankan bahwa tanggung jawab utama berada pada pemegang lisensi layanan keuangan Australia (AFS) yang wajib memastikan penasihatnya menyelesaikan kualifikasi yang diakui serta kursus hukum komersial dan perpajakan, lalu memperbarui data secara benar.
Di tengah meningkatnya kasus penipuan keuangan dan penyalahgunaan identitas penasihat, akurasi Register menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan investor. Kesalahan atau kelalaian administrasi bisa dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan.
Kesalahan umum termasuk mencatat penasihat sebagai “penyedia berpengalaman” meski tidak memenuhi syarat, memasukkan gelar yang belum diakui, atau gagal memperbarui kursus yang telah diselesaikan. ASIC memperingatkan hal ini dapat merusak kredibilitas lembaga di mata publik.
Penasihat tidak bisa memperbarui data sendiri; hanya lembaga berlisensi yang dapat melakukannya. Keterlambatan atau informasi salah dapat mengakibatkan denda serta potensi sanksi lebih berat.
ASIC menegaskan akan terus memantau hingga akhir 2025 dan siap mengambil tindakan tambahan bila diperlukan. Para pakar menilai, isu ini adalah ujian nyata bagi manajemen risiko dan tata kelola institusi finansial dalam melindungi nasabah.