
Seorang mantan agen khusus pengawas FBI telah didakwa setelah jaksa AS menuduh dia mencuri hampir $925.000 dalam mata uang kripto dari dompet yang terkait dengan penyelidikan Rusia dan mentransfer aset tersebut ke akun kripto pribadinya.
Menurut berkas pengadilan, Patrick Yaroch diduga melakukan sekitar selusin transfer tanpa izin antara akhir tahun 2024 dan awal tahun 2025 dengan menggunakan kredensial dompet yang diperoleh selama penyelidikan FBI terhadap akun mata uang kripto yang terkait dengan Rusia.
Jaksa penuntut mengatakan Yaroch kemudian mengakui kepada seorang karyawan Departemen Kehakiman bahwa ia merasa frustrasi karena FBI "tidak dapat atau tidak mau bertindak terhadap akun mata uang kripto yang bermusuhan." Ia diduga mengakses sistem internal FBI untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan untuk memindahkan dana tersebut.
Pihak berwenang mengatakan Yaroch secara sukarela mengungkapkan pelanggaran tersebut setelah memberi tahu rekan-rekannya bahwa insiden itu "sangat mengganggu pikirannya." Dia juga menyerahkan laporan internal dan bertemu dengan pejabat FBI sebelum penyelidik menggeledah rumahnya dan menemukan informasi terkait dompet mata uang kriptonya.
Penyidik federal memperkirakan nilai aset yang ditransfer sekitar $925.426, meskipun jaksa mengatakan dana tersebut telah bercampur dengan kepemilikan kripto pribadi Yaroch.
Yaroch telah didakwa dengan pengangkutan barang curian antar negara bagian dan penerimaan barang curian. Seorang hakim federal memerintahkan penahanan sementara terhadapnya sambil menunggu proses pengadilan lebih lanjut.
FBI menyatakan telah mengambil tindakan segera setelah mengetahui tuduhan tersebut, memberhentikan Yaroch dari pekerjaannya, dan meluncurkan penyelidikan internal.
Kasus ini menyoroti tantangan kepatuhan dan tata kelola yang semakin meningkat seputar investigasi mata uang kripto, khususnya karena lembaga penegak hukum terus memperluas kemampuan mereka untuk melacak dan menyita aset digital yang terkait dengan kejahatan keuangan.