
Broker forex ritel D Prime, yang sebelumnya dikenal sebagai Doo Prime, menghadapi semakin banyak keluhan investor yang menuduh adanya pemblokiran penarikan dana, penyitaan keuntungan, pembatasan akun, dan dukungan pelanggan yang buruk. Meskipun perselisihan individual dapat terjadi dengan broker mana pun, tuduhan serupa yang muncul dari beberapa negara telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan trader.
Kontroversi terbaru bermula setelah seorang pemimpin komunitas perdagangan Brasil yang terkenal, yang mengatakan bahwa ia mengelola komunitas yang terdiri dari lebih dari 100.000 pedagang, secara terbuka menuduh D Prime secara sistematis menahan dana dari klien yang menguntungkan.
Menurut pernyataannya, para trader dapat melakukan trading secara normal selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan. Namun, begitu mereka meminta penarikan dana, akun mereka diduga diblokir, keuntungan ditahan, dan akses ke MetaTrader serta portal klien dihapus.
Ia juga mengklaim bahwa para trader yang terdampak menerima email standar yang menuduh mereka melakukan "Penyalahgunaan Bonus," "cacat kuotasi," atau "aktivitas perdagangan yang tidak wajar," tetapi tidak diberikan catatan perdagangan terperinci atau bukti teknis untuk mendukung tuduhan tersebut. Upaya untuk menghubungi dukungan pelanggan atau meningkatkan pengaduan dilaporkan hanya mendapat sedikit atau bahkan tidak ada tanggapan.
Keluhan tidak terbatas pada Brasil saja.
Baru-baru ini, seorang Introducing Broker (IB) menuduh D Prime memasukkan transaksi tidak sah ke dalam akun klien melalui sistem backend broker tersebut.
Menurut pengaduan tersebut, terminal MetaTrader 5 milik klien mengalami gangguan jaringan singkat pada tanggal 1 April 2026. IB mengklaim log terminal menunjukkan tidak ada aktivitas pengguna selama hampir 20 menit, namun selama periode tersebut diduga dibuka posisi XAU/USD sebesar 0,02 lot, yang mengakibatkan kerugian sebesar US$41,14.
Pihak IB mengatakan bahwa ia telah menyerahkan log terminal dan meminta penyelidikan. Namun, ia malah menuduh bahwa D Prime kemudian mengirimkan email berjudul "PEMBERITAHUAN AKHIR: Penghentian Segera Hubungan IB, Penutupan Akun Klien & Rencana Peningkatan Keterlibatan Publik," yang memperingatkan bahwa kemitraan IB dan akun kliennya dapat dihentikan jika ia terus mengangkat masalah ini secara publik.


Tuduhan-tuduhan ini belum diverifikasi secara independen, dan D Prime belum memberikan tanggapan publik terhadap klaim spesifik tersebut.
Investor lain juga melaporkan masalah terkait penarikan dana.
Dalam satu pengaduan, seorang trader menyetor US$140, menerima bonus trading, dan kemudian meminta penarikan sebesar US$177,74, US$122,62, dan US$120. Ketiga permintaan tersebut dilaporkan ditolak dengan alasan "penundaan pemotongan". Investor tersebut kemudian menerima email yang menuduhnya melakukan "Penyalahgunaan Bonus" dan "aktivitas trading yang tidak wajar", meskipun ia mengklaim tidak memberikan bukti pendukung.

Investor lain mengatakan bahwa meskipun akun mereka telah melewati verifikasi KYC, fungsi penarikan di aplikasi seluler D Prime tiba-tiba berhenti berfungsi. Setelah awalnya berjanji untuk menyelidiki, layanan pelanggan dilaporkan berhenti merespons sama sekali.

Keluhan publik tentang D Prime juga muncul di berbagai platform termasuk Trustpilot, FX110, Reclame Aqui, BrokersView, dan Forex Peace Army. Para trader dari Brasil, Malaysia, Pakistan, Kolombia, Bangladesh, dan Uni Emirat Arab telah melaporkan berbagai masalah, mulai dari penarikan dana yang tertunda dan akun yang dibekukan hingga pembatalan keuntungan dan dukungan pelanggan yang terbatas.
Meskipun setiap pengaduan merupakan tuduhan individual dan belum diverifikasi secara independen, kemunculan kembali laporan serupa telah menarik perhatian yang semakin besar di kalangan komunitas perdagangan ritel.
Pada saat penulisan ini, D Prime belum memberikan tanggapan publik terhadap pengaduan individual yang disebutkan di atas.
Bagi investor, kasus-kasus ini menyoroti pentingnya meninjau dengan cermat ketentuan bonus, menyimpan catatan perdagangan yang lengkap, dan menyimpan semua komunikasi dengan broker. Ketika banyak trader melaporkan perselisihan penarikan yang serupa dalam jangka waktu yang lama, transparansi, komunikasi tepat waktu, dan bukti yang dapat diverifikasi dari broker menjadi penting untuk menjaga kepercayaan pasar.
Jika perselisihan tidak dapat diselesaikan langsung dengan pialang, investor juga dapat mempertimbangkan untuk mencari bantuan melalui proses penyelesaian sengketa pialang atau regulator keuangan terkait jika ada. Jika masih belum terselesaikan, ajukan pengaduan melalui saluran resmi pialang atau regulator.
Atau Anda dapat segera mengajukan pengaduan ke BrokersView , dan kami akan membantu Anda melaporkan situasi tersebut kepada otoritas pengatur yang relevan.