
Singapura telah memperkenalkan Kode Etik baru yang mewajibkan platform online utama untuk memperkuat langkah-langkah pencegahan penipuan, termasuk penipuan investasi dan iklan keuangan yang menyesatkan.
Kepolisian Singapura (SPF) mengeluarkan peraturan baru pada tanggal 17 Agustus berdasarkan Undang-Undang Kerugian Kriminal Daring (OCHA), yang mencakup layanan pesan daring, media sosial, dan e-commerce.
Kode Pesan yang baru menargetkan penipuan investasi yang melibatkan kontak yang tidak dikenal atau mencurigakan. Platform termasuk WhatsApp, Telegram, WeChat, Apple iMessage, Apple FaceTime, Google Messages, dan Google Meet akan diwajibkan untuk memperkenalkan langkah-langkah seperti peringatan untuk akun yang mencurigakan, persetujuan pengguna sebelum kontak yang tidak dikenal dapat menambahkan pengguna ke grup, dan opsi untuk membisukan atau memblokir pesan dan panggilan.
Kode Etik Media Sosial akan berlaku untuk Facebook, Instagram, dan TikTok, memperkenalkan persyaratan yang lebih ketat untuk iklan keuangan. Platform harus mencegah iklan yang diduga penipuan dipublikasikan, segera menghapus iklan yang diduga penipuan, dan memverifikasi pengiklan dengan catatan yang dikeluarkan pemerintah.
Yang lebih penting lagi bagi industri keuangan, iklan yang menawarkan layanan atau produk keuangan kepada pengguna di Singapura akan dilarang kecuali pengiklan tersebut memiliki lisensi yang sesuai dari Otoritas Moneter Singapura (MAS) atau otoritas terkait lainnya.
Langkah-langkah ini didasarkan pada aturan yang diperkenalkan pada tahun 2024. SPF mengatakan kasus penipuan yang dilaporkan pada layanan online tertentu turun sekitar 37% antara tahun 2024 dan 2025.
Persyaratan baru ini umumnya perlu diimplementasikan paling lambat 31 Januari 2027, sementara perlindungan terhadap peniruan identitas pemerintah akan berlaku efektif paling lambat 30 September 2026.
Singapura juga mengusulkan hukuman yang lebih berat. Setiap pelanggaran dapat dikenakan denda hingga S$10 juta, sementara pelanggaran berulang dapat mengakibatkan denda tambahan hingga S$300.000 per hari.