FastBull BrokersView
Masuk

Polisi India Selidiki Penipuan Perdagangan Online Senilai $15.000 yang Terkait dengan Emas Digital Palsu dan Investasi Nasdaq

22 jam yang lalu BrokersView

Pihak berwenang India telah membuka penyelidikan atas penipuan perdagangan daring yang menyebabkan kerugian sekitar $15.000, setelah penjahat siber memikat seorang investor melalui iklan media sosial dan kemudian menarik dana melalui peluang investasi palsu dan keuntungan perdagangan fiktif. Polisi mengatakan kasus ini mencerminkan struktur jaringan penipuan investasi daring yang semakin terorganisir yang beroperasi melalui aplikasi perpesanan, portal perdagangan palsu, dan saluran pembayaran berlapis.

 

Rekrutmen Melalui Media Sosial dan Manipulasi WhatsApp

Menurut pengaduan yang diajukan ke polisi, korban menemukan iklan Facebook yang mempromosikan platform perdagangan online pada Desember 2025. Setelah mengirimkan informasi kontak melalui tautan iklan tersebut, korban dihubungi melalui WhatsApp oleh seseorang yang mengaku sebagai “Siddharth Vipul.”

 

Tersangka memberikan panduan tentang perdagangan melalui sebuah situs web dan menginstruksikan korban untuk mentransfer dana melalui tautan pembayaran dan transfer bank. Setoran awal sekitar $250 dan $575 dilakukan pada bulan Desember, setelah itu dasbor perdagangan menampilkan keuntungan yang nyata, memperkuat legitimasi platform tersebut.

 

Peningkatan Setoran Melalui Peluang Investasi Palsu

Setelah mendapatkan kepercayaan korban, pelaku penipuan menawarkan peluang investasi tambahan, dengan mengklaim bahwa perdagangan emas digital dan investasi terkait Nasdaq akan menghasilkan keuntungan yang jauh lebih tinggi. Korban kemudian mentransfer sekitar $6.000 melalui transfer bank pada bulan Januari, diikuti oleh transfer $6.000 lagi beberapa minggu kemudian ke rekening yang berbeda.

 

Para penipu kemudian meminta tambahan $2.200, dengan alasan bahwa uang tersebut diperlukan untuk mengamankan posisi perdagangan dan melindungi keuntungan sebelumnya. Setelah transaksi ini, platform tersebut menampilkan saldo sebesar 76.528 USDT, menciptakan kesan bahwa investasi tersebut telah menghasilkan keuntungan besar dalam mata uang kripto.

 

Penarikan Dana Diblokir dan Tuntutan “Pajak” Tambahan

Ketika korban mencoba menarik dana, permintaan tersebut ditolak. Tersangka kemudian menuntut pembayaran pajak sebesar 15% atas keuntungan perdagangan yang diduga diperoleh sebelum mencairkan dana. Curiga dengan tuntutan tersebut, korban meminta dokumen pajak resmi tetapi tidak menerimanya, sehingga ia menyadari bahwa platform investasi tersebut adalah penipuan.

 

Investigasi Kejahatan Keuangan Sedang Berlangsung

Polisi telah mendaftarkan kasus kejahatan siber dan mulai melacak rekening bank yang digunakan untuk menerima transfer, beserta bukti digital termasuk komunikasi WhatsApp dan infrastruktur situs web perdagangan.

 

BrokersVew memperingatkan investor untuk memverifikasi status regulasi platform perdagangan sebelum mentransfer dana dan untuk menghindari tawaran investasi yang tidak diminta yang beredar melalui iklan media sosial atau aplikasi perpesanan.

Bagikan

Memuat...