
Kepolisian Hong Kong mengeluarkan peringatan baru terkait penipuan investasi setelah lebih dari 80 kasus dilaporkan dalam seminggu terakhir, dengan total kerugian melebihi HK$86 juta. Salah satu korban, seorang fisioterapis lokal, kehilangan HK$5 juta setelah terpikat oleh skema investasi saham palsu melalui iklan di media sosial.
Menurut unit CyberDefender kepolisian, penipuan tersebut dimulai dengan iklan Facebook yang mempromosikan "pakar investasi online." Setelah mengklik iklan tersebut, korban dialihkan ke obrolan WhatsApp dengan yang disebut "asisten cantik," yang profilnya menampilkan seorang wanita berpakaian profesional.
Penipu tersebut membangun kepercayaan dengan mengirimkan pembaruan pasar saham harian dan mengklaim bahwa kliennya memperoleh keuntungan besar. Korban kemudian dibujuk untuk mengunduh aplikasi perdagangan palsu bernama SecuG Pro, yang secara keliru mengklaim menawarkan saham dengan harga di bawah harga pasar.
Untuk memulai investasi, korban diinstruksikan untuk mentransfer dana ke rekening bank pribadi, bukan ke rekening yang dipegang oleh perusahaan pialang berlisensi. Seiring meningkatnya kepercayaan, para penipu mendorong transfer tambahan, dengan "asisten" tersebut dilaporkan memohon lebih banyak setoran untuk membantunya mencapai target penjualan.
Polisi mengatakan korban akhirnya mentransfer HK$5 juta sebelum menyadari platform investasi tersebut adalah penipuan.
Pihak berwenang memperingatkan bahwa para penipu semakin sering menggabungkan penasihat investasi palsu, persona daring yang menarik, dan platform perdagangan palsu untuk mendapatkan kepercayaan korban sebelum meminta setoran berulang.
Investor diimbau untuk memverifikasi apakah perusahaan investasi dan platform perdagangan memiliki lisensi yang sesuai, menghindari transfer dana ke rekening bank pribadi, dan tetap waspada terhadap peluang investasi yang tidak diminta yang dipromosikan melalui media sosial atau aplikasi perpesanan.