
OANDA telah mengumumkan akan mentransfer divisi perdagangan miliknya, OANDA Prop Trader, ke FTMO Group, menandai pemisahan formal antara operasi pialang yang diatur dan model perdagangan berbasis evaluasi miliknya. FTMO menyelesaikan akuisisi OANDA tahun lalu. Proses migrasi dimulai pada 2 Maret 2026, dan dijadwalkan akan selesai pada 31 Maret.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, klien OANDA Prop Trader yang sudah ada akan diarahkan ke platform mandiri FTMO dan ditawari insentif migrasi. Trader yang memilih untuk tidak pindah dan memenuhi kriteria kelayakan dapat mengajukan pengembalian dana.
Pada akhir periode transisi, semua akun yang terdampak akan dimigrasikan atau ditutup. Setelah dipindahkan, akun akan tunduk pada aturan standar FTMO, termasuk target keuntungan yang ditentukan, batasan kerugian harian, ketentuan penskalaan akun, dan kebijakan pembagian keuntungan.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya integrasi yang lebih luas yang bertujuan untuk mengkonsolidasikan semua aktivitas perdagangan milik sendiri di bawah infrastruktur FTMO. Mulai 1 April 2026, OANDA tidak akan lagi mengoperasikan program perdagangan milik sendiri dan akan fokus sepenuhnya pada bisnis inti pialang ritel dan institusionalnya.
Didirikan pada tahun 1996, OANDA beroperasi di pasar-pasar utama termasuk Inggris Raya, Amerika Serikat, Australia, dan Kanada. Pada tahun 2018, perusahaan ini diakuisisi oleh CVC Capital Partners Asia dengan nilai sekitar $160 juta.