
Broker forex dan CFD ritel HTFX, yang dulunya aktif di berbagai yurisdiksi termasuk Eropa dan pasar luar negeri, dilaporkan telah menghentikan operasi globalnya, dengan domain utamanya sekarang tidak aktif.
Situs web utama broker tersebut, htfx.com, saat ini tidak lagi dapat diakses dan telah digantikan oleh halaman parkir yang dioperasikan oleh pendaftar domain GoDaddy, yang menandakan bahwa domain tersebut tidak lagi digunakan secara aktif untuk tujuan komersial.

Menurut laporan industri terbaru, keruntuhan ini terjadi setelah periode ketidakstabilan operasional yang berkepanjangan dan keluhan klien. Sejak tahun lalu, beberapa investor telah melaporkan kesulitan menarik dana dari rekening yang dipegang di HTFX , yang menimbulkan kekhawatiran awal tentang likuiditas dan keandalan platform.
HTFX, yang beroperasi dengan merek HTFX, didirikan pada tahun 2018 dan dilaporkan dikendalikan oleh pengusaha Tiongkok, Li Lijun. Pada puncaknya, grup ini mempertahankan struktur multiyurisdiksi yang menargetkan segmen klien yang berbeda di berbagai wilayah.
Jejak regulasinya mencakup HTFX Limited di Inggris Raya, yang melayani klien profesional dan institusional di bawah otorisasi dari Financial Conduct Authority (FCA), serta HTFX (EU) Ltd, sebuah entitas yang berbasis di Siprus dan diatur oleh Cyprus Securities and Exchange Commission (CySEC), yang menyediakan layanan kepada klien ritel Eropa.
Selain divisi yang teregulasi, HTFX juga mengoperasikan layanan pialang ritel lepas pantai melalui htfx.com, yang terdaftar di Vanuatu, dengan fokus utama pada klien di Timur Jauh dan wilayah Asia-Pasifik yang lebih luas.
Namun, perubahan status regulasi selama setahun terakhir tampaknya telah berdampak signifikan pada struktur grup tersebut. HTFX dilaporkan melepaskan lisensi CySEC CIF-nya awal tahun ini, diikuti oleh hilangnya otorisasi FCA Inggris pada 10 April 2026. Entitas Inggris tersebut sebelumnya dikelola selama enam tahun oleh para eksekutif industri termasuk Levy Benarroch, mantan COO di GCM Prime (yang kemudian diakuisisi oleh EC Markets), dan Stephen Williams.
Dengan kedua badan pengatur Eropa yang secara efektif ditutup atau dihentikan operasinya, operasi lepas pantai Vanuatu dianggap sebagai bisnis inti yang tersisa dari grup tersebut. Penutupan yang tampak jelas, yang kini tercermin dalam penonaktifan htfx.com, menunjukkan penghentian total operasi di semua yurisdiksi.
Para pengamat industri mencatat bahwa rangkaian pencabutan lisensi, keluhan penarikan investor, dan ketidakaktifan domain secara kolektif menunjukkan keluarnya pasar sepenuhnya, bukan penangguhan sementara.
Sampai saat ini, belum ada pernyataan publik resmi yang dikeluarkan oleh HTFX mengenai status dana klien atau masa depan entitas korporasinya.