
Departemen Investigasi Khusus Thailand (DSI) telah menggerebek 24 lokasi di Bangkok dan provinsi sekitarnya dalam operasi multi-lembaga yang menargetkan skema piramida valuta asing. Operasi yang diberi kode nama “Hentikan Pencucian Uang” ini menyita sekitar 65 juta baht (1,8 juta dolar AS) dalam bentuk uang tunai, emas, mobil mewah, dompet kripto, dan senjata api, serta membekukan 70 rekening bank.
Para korban menyebutkan beberapa merek forex tanpa izin – termasuk QRS Global, HFM, GOFX, dan Eterwealth (juga terdaftar sebagai Etherwell) – yang beroperasi tanpa otorisasi Bank of Thailand. Penyelidikan ini juga mencakup dua broker perantara (“Coach James” dan “JP Global”) dan dua perusahaan pembayaran (Rainy Corporation dan Pay Solution), yang menunjukkan bahwa pihak berwenang sedang menyelidiki lebih jauh dari sekadar skema itu sendiri, yaitu infrastruktur pembayaran lokal yang memungkinkan aliran dana tersebut.
Para penyidik mengatakan operasi tersebut memikat korban melalui media sosial, memungkinkan penarikan kecil sambil memblokir setoran yang lebih besar. Secara terpisah, DSI mengungkapkan transfer sebesar 28 juta baht kepada seorang anggota Partai Rakyat, tetapi menekankan bahwa ini tidak menyiratkan pelanggaran hukum; individu tersebut membantah keterlibatannya, dengan alasan aktivitas perdagangan emas di masa lalu.
Kasus ini menandai tren penegakan hukum yang lebih luas: regulator Thailand kini tidak hanya meneliti merek forex luar negeri, tetapi juga perantara lokal, penyedia pembayaran, dan jaringan pergerakan dana yang mendukung mereka.