
Kementerian Ekonomi Digital dan Masyarakat (DES) Thailand mengeluarkan peringatan setelah menemukan berita investasi palsu yang paling banyak tersebar di media sosial Thailand. Menurut Pusat Anti-Berita Palsu (AFNC) DES, postingan penipuan yang mendorong publik untuk berinvestasi di emas dan saham merupakan berita palsu yang paling luas tersebar, menimbulkan ancaman serius bagi investor yang kurang waspada.
Antara 3–9 Oktober, AFNC memantau lebih dari satu juta postingan online menggunakan teknologi social listening canggih dan memverifikasi 224 isu mencurigakan secara mendetail. Pusat tersebut memastikan bahwa sepuluh berita palsu yang paling banyak beredar adalah penipuan online yang memanfaatkan nama instansi pemerintah dan perusahaan besar untuk menipu pengguna.
Instansi pemerintah juga menjadi target penipuan. Otoritas Listrik Provinsi (PEA) muncul dalam beberapa postingan palsu: satu mendorong pengguna menambahkan ID Line penipu untuk menerima pengembalian deposit meter listrik, sementara postingan lain mengklaim petugas PEA akan menghubungi warga untuk mengubah meter listrik. Instansi negara lain juga disalahgunakan, dengan postingan palsu mengklaim pejabat akan menghubungi warga untuk mengumpulkan informasi pribadi atau keuangan mereka.
AFNC juga menemukan postingan palsu yang menyatakan korban penipuan online dapat mendaftar pengembalian dana melalui akun Facebook atau TikTok yang mengaku milik Kantor Anti-Pencucian Uang (AMLO). Selain itu, klaim palsu tentang perpanjangan atau pengajuan SIM secara online juga dikonfirmasi tidak benar.
Bagi broker, institusi keuangan, dan investor, temuan ini menekankan pentingnya kewaspadaan. Media sosial tetap menjadi saluran utama penipuan, dengan penipu memanfaatkan nama perusahaan dan instansi pemerintah terkenal untuk membangun kredibilitas. DES menekankan investor harus memverifikasi peluang investasi melalui sumber resmi dan berhati-hati terhadap tawaran online yang tidak diminta.
Otoritas menekankan bahwa pelaporan cepat terhadap postingan atau penipuan yang mencurigakan dapat membantu mengurangi kerugian dan mendukung penegak hukum dalam melacak serta membongkar jaringan penipuan. Platform dan regulator didorong untuk berkoordinasi erat, memastikan informasi berisiko tinggi dipantau, ditandai, dan ditindaklanjuti untuk melindungi investor dari skema online yang semakin canggih.
Operasi pemantauan AFNC menunjukkan bagaimana penipuan digital dapat menyebar dengan cepat dan memanfaatkan kepercayaan publik, menyoroti kebutuhan deteksi proaktif, pengawasan yang jelas, dan pengambilan keputusan investasi yang terinformasi. Seiring evolusi postingan palsu, lembaga keuangan dan regulator harus tetap waspada, menerapkan langkah tanggap cepat, dan berkomunikasi secara efektif dengan klien mengenai potensi risiko di lingkungan investasi digital.