FastBull BrokersView
Masuk

Bahaya Tersembunyi di Telegram: Korban Ditipu RM4.500 dalam Penipuan Perdagangan Online

2024-12-25 BrokersView

Bahaya Tersembunyi di Telegram: Korban Ditipu RM4.500 dalam Penipuan Perdagangan Online

Dalam beberapa tahun terakhir, regulator keuangan global telah mendesak tindakan keras terhadap iklan investasi penipuan di media sosial. Iklan semacam itu mengarahkan investor ke platform perdagangan ilegal, menyebabkan kerugian besar bagi banyak korban.

 

Pada awal November, investor Malaysia Zarinah ditipu dari RM4.500 karena skema perdagangan palsu yang ditawarkan dalam grup Telegram.

 

Kelompok tempat Zarinah menjadi korban disebut “Amanah Saham Nasional Berhand”. Korban tidak tahu siapa yang mengundangnya ke dalam kelompok tersebut atau kapan ia diundang, tetapi saat ia menemukannya, anggota lain sudah membicarakan tentang investasi.

 

Penipu mengambil investasi

Penipu berbicara tentang investasi

 

Administrator menawarkan tawaran investasi yang tampaknya menarik. Ia berjanji untuk membawa keuntungan RM15,000 dengan hanya RM500, yang berarti pulangan 3000%. Terlebih lagi, administrator juga mengklaim bahwa investor tidak harus menanggung kerugian apa pun. Bahkan jika investasi gagal, investor masih bisa mendapatkan kembali pokoknya.

 

Penipu menjanjikan keuntungan besar

Penipu menjanjikan keuntungan besar

 

Namun, jika sesuatu terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, itu mungkin benar.

 

Zarinah menerima tawaran itu karena keinginan untuk menghasilkan uang dengan cepat. Hanya dalam tiga hari, dia melakukan tiga transaksi dengan total RM4,500 ke tiga rekening bank penipu.

 

Informasi grup dan admin

Informasi grup dan admin

 

Admin mengirim tangkapan layar akun perdagangan, yang membuat investor yakin bahwa ia memiliki saldo lebih dari RM90.000 di platform perdagangan “Cryptos Global Forex”.

Tangkapan layar 'akun trading'

Tangkapan layar 'akun perdagangan'

 

Setelah mentransfer uang berulang kali, Zarinah menyadari ada yang tidak beres dan memberi tahu administrator bahwa dia ingin menarik dan berhenti. Namun, administrator tidak setuju dengan penarikannya tetapi mendorongnya untuk melanjutkan.

 

Akhirnya, Zarinah memutuskan untuk menelepon polisi. Penipuan serupa sering terjadi di Malaysia, dan penipu sering menggunakan perusahaan cangkang untuk membuat akun "money mule", sehingga sulit melacak uang korban. Apakah Zarinah akan mendapatkan kembali uangnya masih menjadi pertanyaan terbuka.

Bagikan

Memuat...