
Unit Intelijen Keuangan (FIU) Korea Selatan, di bawah Komisi Jasa Keuangan (FSC), telah mengeluarkan peringatan mengenai meningkatnya jumlah operator aset virtual ilegal yang menargetkan investor melalui promosi menyesatkan di platform seperti YouTube, Telegram, dan ruang obrolan terbuka KakaoTalk.
Regulator tersebut mengatakan bahwa para penipu semakin sering menggunakan klaim seperti "jaminan pengembalian tinggi," "perlindungan modal," "informasi orang dalam eksklusif," dan "pencatatan global yang akan datang" untuk menarik investor. Pihak berwenang memperingatkan bahwa janji-janji tersebut merupakan tanda bahaya umum yang terkait dengan skema penipuan dan aktivitas kripto yang tidak sah.
Menurut FIU, saat ini hanya 28 penyedia layanan aset virtual (VASP) yang terdaftar untuk beroperasi secara legal di Korea Selatan. Platform apa pun yang menawarkan layanan perdagangan atau perantara aset virtual kepada penduduk domestik tanpa registrasi FIU dianggap ilegal.
Regulator mencatat bahwa beberapa operator berupaya menghindari pengawasan dengan melakukan komunikasi pelanggan dalam bahasa Inggris atau menyembunyikan keberadaan domestik mereka sambil menargetkan pengguna Korea. Pihak berwenang juga telah mengidentifikasi layanan pertukaran swasta yang memfasilitasi transaksi stablecoin dan mengkonversi aset kripto menjadi won Korea untuk penduduk asing, serta kasus-kasus di mana influencer mempromosikan bursa luar negeri melalui program rujukan dengan imbalan komisi.
FIU mendesak investor untuk berhati-hati ketika menemukan penawaran investasi yang menjanjikan pengembalian yang sangat tinggi atau pencatatan token di masa mendatang dan menyarankan untuk tidak mendaftar melalui tautan rujukan atau berpartisipasi dalam aktivitas pialang yang tidak terverifikasi.
Peringatan ini merupakan bagian dari upaya Korea Selatan yang lebih luas untuk memerangi aktivitas kripto ilegal dan memperkuat perlindungan investor di pasar aset digital.