FastBull BrokersView
Masuk

Jaksa Turki: Jaringan Penipuan Investasi yang Dipimpin Israel Merugikan Korban Lebih dari 3 Miliar Dolar AS

3시간 전 BrokersView

Jaksa Istanbul mengatakan jaringan penipuan investasi yang dipimpin Israel dan beroperasi dari Turki telah menipu korban di seluruh dunia dengan nilai lebih dari 3 miliar dolar AS, yang menyebabkan penangkapan 191 tersangka, termasuk sembilan warga Israel.

Operasi ini dipimpin oleh Kementerian Dalam Negeri Turki dan Organisasi Intelijen Nasional (MIT) bekerja sama dengan Kantor Kejaksaan Agung Istanbul, unit kejahatan siber Direktorat Keamanan Istanbul, dan Interpol.

Jaksa penuntut menggambarkan operasi tersebut sebagai sebuah organisasi besar dan bukan aktivitas perusahaan-perusahaan individual, dan menyebut para pemimpinnya sebagai "baron penipuan Israel."

Bagaimana Jaringan yang Diduga Itu Beroperasi

Jaksa penuntut mengatakan jaringan tersebut menjalankan perusahaan-perusahaan di Turki yang berkedok sebagai pusat layanan, konsultasi, dan pariwisata. Melalui media sosial, mesin pencari, dan situs web, mereka menjanjikan keuntungan tinggi dari investasi valuta asing dan mata uang kripto.

Data investor ditransfer ke sistem manajemen pelanggan dan kemudian ke perwakilan yang berbicara bahasa mereka dan membujuk mereka untuk mentransfer dana. Karyawan diduga diberi nama sandi dan latar belakang palsu, terkadang mengklaim bahwa mereka pernah belajar di Oxford.

Sebelum mulai bekerja, para karyawan dilaporkan menjalani tes poligraf untuk memeriksa keterkaitan dengan penegak hukum. Mereka dilarang membawa telepon ke kantor dan dilarang berbicara bahasa Ibrani di dalam kantor.

Platform yang Disebutkan dan Penargetan Korban

Jaksa penuntut mengatakan operasi tersebut menggunakan nama-nama platform termasuk Inefex, Quantum AI, Algo Education, dan Exentral-Int. Ketika keluhan menumpuk terhadap satu platform, para tersangka diduga beralih ke nama lain.

Para korban awalnya diminta untuk mentransfer sejumlah kecil uang, kemudian dibujuk untuk menginvestasikan jumlah yang lebih besar. Jaksa penuntut menduga para tersangka mengendalikan data yang ditunjukkan kepada investor dan dapat menciptakan kesan keuntungan untuk mendorong lebih banyak transfer.

Ketika para investor meminta penarikan dana, mereka diduga diberitahu bahwa akun mereka diblokir dan mereka perlu mentransfer dana tambahan untuk membayar pajak atau menghapus pembatasan. Para penyelidik mengatakan bahwa uang tersebut sebenarnya tidak diinvestasikan tetapi ditransfer ke rekening bank dan dompet mata uang kripto yang dikendalikan oleh jaringan tersebut.

Jaksa penuntut menduga jaringan tersebut secara eksplisit menginstruksikan karyawan untuk tidak menargetkan warga negara Israel dan juga mengecualikan warga negara AS. Negara-negara target utama yang diduga termasuk UEA, Inggris, Kanada, Australia, Irlandia, Rusia, Singapura, Malaysia, Cina, Swiss, Belgia, Swedia, dan Korea Selatan.

Penangkapan, Penyitaan, dan Dakwaan

Pihak berwenang menggerebek 44 lokasi milik 29 perusahaan dan 286 alamat di Istanbul dan Provinsi Mugla. Dari 239 tersangka, 191 ditangkap.

Pihak berwenang menyita atau membekukan properti, kendaraan, rekening bank, dan aset mata uang kripto. Kementerian Dalam Negeri Turki mengatakan telah menyita properti senilai sekitar 1,5 miliar lira Turki, termasuk 80 kendaraan dan 12 properti.

Hal yang Harus Diperhatikan Investor

Kasus ini menyoroti beberapa tanda peringatan yang dapat diperiksa investor ketika didekati oleh platform forex atau kripto online, termasuk klaim pengembalian yang tidak realistis, tekanan untuk meningkatkan deposit, dan permintaan pembayaran tambahan sebelum penarikan.

Investor harus memverifikasi otorisasi regulasi platform dan identitas perusahaan pengoperasian sebelum mentransfer dana. Ikuti BrokersView untuk kasus penipuan investasi lebih lanjut, peringatan broker, dan perkembangan regulasi, dan gunakan sumber daya pengecekan broker di situs ini untuk meninjau informasi regulasi yang tersedia.

Bagikan

Memuat...