
BANGKOK — Kemarin (20 Agustus 2026), pasukan polisi Thailand dan Taiwan melancarkan operasi gabungan yang menargetkan jaringan penipuan call center transnasional yang diduga dijalankan oleh kelompok mafia Taiwan, dan menangkap lebih dari 20 tersangka Taiwan di Kamboja.
Operasi ini dipimpin oleh Pusat Anti Penipuan Online Thailand (ACSC) di bawah arahan Jenderal Polisi Thana Chuwong, wakil kepala kepolisian nasional, bersama dengan Biro Investigasi Pusat (CIB) dan Biro Investigasi Kriminal Taiwan (CIB Taiwan).
Investigasi dimulai setelah CIB Taiwan mengungkap jaringan call center yang dikelola Taiwan dan beroperasi dari Kamboja. Para anggota geng menyamar sebagai petugas polisi untuk menipu korban melalui telepon. Setidaknya 46 korban telah diidentifikasi sejauh ini, dengan total kerugian melebihi 200 juta dolar Taiwan Baru (sekitar 6,3 juta dolar AS).
Kelompok tersebut memikat korban melalui iklan lowongan kerja daring yang menawarkan posisi pengetikan bahasa Mandarin dengan gaji tinggi, akomodasi, dan makanan gratis. Lebih dari 100 warga negara Taiwan tertipu untuk pergi ke Kamboja untuk bekerja sebagai operator pusat panggilan.
Jaringan penipuan tersebut diduga berkolaborasi dengan perusahaan perjalanan Thailand untuk menyamarkan pengaturan perjalanan anggotanya dan menghindari deteksi. Skema tersebut melibatkan:
Dokumen perjalanan palsu, tiket pesawat pulang pergi, dan reservasi hotel.
Kartu kredit Thailand digunakan untuk membayar tiket pesawat.
Membuat pergerakan anggota geng tampak seperti pariwisata yang sah.
Siapa yang Ditangkap?
Di antara mereka yang ditangkap adalah: Para penyandang dana operasi; Para pemimpin operasional; Seorang pemilik perusahaan perjalanan Taiwan yang mengatur perjalanan untuk anggota geng.
Aset yang Disita
Pihak berwenang menyita barang bukti penting termasuk: Uang tunai; Aset digital dan mata uang kripto; Rekening bank dan kartu ATM; Perangkat elektronik; Kendaraan.
Semua aset yang disita akan digunakan sebagai bukti dalam proses hukum atas tuduhan penipuan publik dan pencucian uang.
Kepolisian Thailand menyatakan akan terus menyelidiki dan memperluas kasus terhadap siapa pun di Thailand yang terlibat dalam jaringan kriminal tersebut.
Investigasi ini menyoroti tren meningkatnya operasi penipuan transnasional yang menggunakan Asia Tenggara sebagai basis untuk menargetkan korban lintas batas. Tetap waspada, dan selalu pertanyakan tawaran pekerjaan yang tidak diminta yang menjanjikan uang mudah.